'Aku disini, Yang sedang menunggu untuk di sembuhkan')'
_________
" Mah, bisa kan jangan pindah. Aku gak mau disana!" Ucap sendu Nara.
" Mamah ngerti sayang, tapi kita harus pindah. " Ucap wanita paruh baya itu yang bernama Dinda.
Nara mengkrucut kan bibir nya dan menatap wajah mamah nya dengan kesal.
" Mah, bisa kan Nara disini aja, ikut sama nenek. Mamah bisa disana mengurus pekerjaan mamah." Ucap Nara berharap mamah nya mengerti betapa dia tidak mau pindah.
" Mamah gak bisa sayang, mamah khawatir kalo kamu sama nenek. Sama Mamah aja kamu masih sering pulang malam banget. Disana juga kita bisa tinggal bareng papah, kamu gak kasian papah bulak balik dari Jakarta ke Bandung? " Ucap mamah Dinda.
Huftt..
Nara menghembuskan nafas secara kasar. Lalu menatap kakak nya dengan wajah kesal, karna tidak mau diajak kompromi untuk tidak pindah.
"Udah sih Ra, ngebet banget pengen disini" ucap kakak Nara. Yang bernama Rafael.
" Hisshh, Abang sih gak ngerti betapa banyak kenangan disini! Abang sih kesana cuman pengen ngehindar dari mantan mantan Abang doang kan!?" Ucap Nara jutek.
"Udah udah jangan berantem, mending kalian beres beres " ucap mamah Dinda.
"Iya mah " ucap mereka berdua serempak.
***
Nara menatap langit langit kamar nya sambil terlentang. Dia begitu ingat betapa banyak kenangan di kamar ini bersama keluarga dan sahabat sahabat nya. Memang keluarga Nara masih utuh, namun kedekatan keluarga nya sangat jarang sekali.
Papah nya harus bulak balik dari Bandung ke Jakarta untuk kembali kerja ke kantor. Mamah nya sibuk mengurus cafe dan butik. Hanya tinggal dia dan Abang nya.
' maaf harus ninggalin kalian ' batin Nara. Dia sedih harus berpisah dengan sahabat sahabat nya.
" Ara! Sahabat sahabat kamu sudah datang! " Teriak mamah Dinda.
" Iya mah" jawab Nara.
Lalu Nara pun turun sambil membawa koper dan tas milik nya.
Disana sudah ada kedua sahabat nya.
" Aa.. naraa!!" Ucap histeris Nami. Sambil memeluk Nara.
" Ahk gue sedih banget nih " ucap Nina sambil menyeka air matanya yang turun.
"Jan lawak deh nin " ucap Nami dengan sendu.
"Iya iyaa" ucap Nina.
"Maaf ya guys, gk bisa bareng terus" sendu Nara. Dengan gelinang air mata.
" Kita juga tau kok ini sulit buat Lo" ucap Nina sok bijak.
" Nanti disana Lo jangan ngelupain kita ya" ucap Nami dengan sendu.
" Ya gak bakalan lah, ya kali gue ngelupain sahabat sahabat gue " ucap Nara dengan sendu. Pertahanan nya runtuh, kini ia sudah menangis dengan terisak.
" Ini udah ke dua kali nya loh, kita kehilangan sahabat Nin" Isak Nami.
" Udah udah kalian jangan nangis terus, gue jadi gak tega" ucap Nara sambil mengelap air matanya.
VOUS LISEZ
Gallenara
Roman pour Adolescents_Kadang semua tak sesuai dengan pikiran mu_ Gallenara. Seorang siswi pindahan dari Bandung. Yang kerap di panggil Nara, siswi cantik, kalem, dan pintar. Kedatangannya ke SMA Trisakti, tak sedikit membuat orang membicarakannya. Namun, dihari pertaman...
