"Ca! Aisyah!!" panggil Ummi Farrah~ibu Humairah~ ke anak semata wayangnya, Aisyah.
Aisyah atau yang kerap disapa Ica menatap kearah pintu seakan Umminya berada disana. "Iya Ummi. Tunggu sekejap, aku lagi berdandan." jawabnya. Ia kemudian melanjutkan aktivitasnya lagi, Berdandan.
"Sayang?" Panggil Ummi lagi ke Aisyah seraya membuka pintu kamar Anaknya.
Aisyah menoleh lagi kearah pintu dan menatap ibunya sambil tersenyum. "Iya Um?"
"Kirain kamu masih tidur. Ummi hanya mau ingetin ke kamu kalo hari inikan kamu ada wawancara." kata Ummi sambil berjalan kearah Ica.
Saat sampai didekat Ica, Ummi mengelus rambut anaknya dengan halus. Ica merasa sangat nyaman dengan perlakuan umminya.
"Iya, Icha ingat kok."
Ummi hanya menganggukkan kepalanya lalu menatap wajah cantik anaknya melalui cermin. "Cantik." kata itu lolos dari bibir Umminya ketika menatap wajah dicermin. Ya wajah anaknya.
Ica yang mendengar gumaman Umminya tersenyum malu. "Ummi bisa aja." ucap Aisyah sambil menundukkan kepalanya malu. Melihat tingkah anaknya, Ummi tertawa.
"Hahah yaudah siap-siap, Abi sudah nungguin kamu diruang tamu." ujar Ummi meminta Ica untuk bersiap.
"Siap Ummi!"
****
"Udah siap Ca?" tanya Harianto~Abi~ ke aisyah yang sudah berada diruang tamu.
"Iya Bi" jawab Aisyah sambil tersenyum.
"Yaudah ayuk kita berangkat sekarang. Ummi kami berangkat dulu. Assalamu alaikum" Ajak Abi seraya pamit ke istrinya.
"Iya Bi, hati-hati dijalan. Waalaikumusalam" Ummi mencium telapak tangan Abi. Kemudian Aisyah juga mencium telapak tangan Umminya dan pamit.
"Tidak ada yang kamu lupa Ca?" tanya Abi memastikan sebelum mereka jalan ke perusahaan tempat ia bekerja.
Aisyah kemudian mengecek Berkas-berkas yang perlu ia bawa untuk melamar bekerja. Saat selesai mengecek ia tersenyum kearah Abinya dan mengangguk menandakan bahwa semuanya telah lengkap.
"Yaudah naik." kata Abi lagi sambil menjalankan motornya.
Saat di perjalanan, Aisyah tidak banyak berbicara. Terlihat sekali bahwa ia sedang sangat gugup. Abi yang melihat raut wajah gugup Ica dari kaca spion motornya tersenyum. "Udah nggak usah gugup gitu. Bos Bagas baik kok." kata Abi.
"Iya Bi."
****
Saat ini Bagas sedang berada di ruang kerjanya dan menatap datar seseorang yang melamar kerja padanya. Terlihat sekali bahwa wanita itu mencoba menggoda Bagas dengan bentuk tubuhnya yang menggiurkan bagi pria hidung belang. Kerah baju di buka sedikit di bagian dada mengekspos dada wanita itu yang bulat. Dan hal tersebut membuat Bagas tidak menyukai Wanita tersebut bahkan ia terlihat sangat menjijikkan. Ia sangat tak menyukai wanita seperti itu. Andai Dewi tak mengundurkan diri, Bagas tidak mau melakukan hal-hal yang membosankan seperti saat ini.
Ya, saat ini ia sedang mencari sekretaris baru yang bisa menggantikan Dewi. Namun bukannya mendapatkan sekretaris seperti yang ia harapkan, justru ia menemukan wanita menyebalkan.
"Gimana bos? Aku diterimakan?" tanya Wanita tersebut yang mengenalkan diri sebagai Siska. Bagas mengernyit jijik, gimana tidak wanita tersebut mengerlingkan mata kearahnya dengan suara menggoda.
Ia mendengus sebal lalu berkata,
"Saya mohon maaf, kamu tidak saya terima disini karena saya mencari sekretaris yang berkompeten dan tidak bermain-main dengan pekerjaannya." Bagas menolak Siska dengan Alasan yang rasional. Ia juga tidak mau berurusan dengan wanita yang mirip ular keket ini.
YOU ARE READING
I Love You My Secretary
RomanceMenjadi orangtua yang menjaga seorang anak tanpa menikah bukanlah hal biasa. But Its Not Imposible, Like Bagas Aryanto. Dia menemukan seorang bayi di depan kantornya. Apakah sulit untuk menjaga dan merawat anak tersebut? Tanpa bantuan siapapun? Menj...
