" kadang hal yang kita rasa hanya sebuah ilusi dapat menjadi sebuah kenyataan atas izin tuhan, itu benar adanya. "
Malam itu adalah malam yang tak terduga-duga sebelumnya.Malam dimana kita hanya bertemu secara personal tanpa ada pihak lain.
Ting.. Notifikasi muncul di layar Hp ku dan tertera jelas nama yang ada "Aldi" desisku dalam hati.
" Malam ini sibuk?. " tanyanya dalam pesan yang terkirim.
" ngga mas, ada apa ya?. "
" aku pengen makan diluar, kamu bisa nemenin ngga?. "
Membaca pesan diatas membuat detak jantung berdentum tak stabil, aku masih tidak menyangka hal ini terjadi, seseorang yang lama terbesit di dalam angan kini telah hadir memberikan suatu harapan.
Aku sangat bingung menjawab pesan ini dan akhirnya ku putuskan untuk membalas
" lho.. Jarang-jarang mas, emang ada apa?."
" ya ngga papa, males makan dirumah aja. "
" oh, emang harus aku ya mas?. "
" ya kalau kamu berkenan, tapi kalo ngga bisa ya ngga papa. "
" iya mas. "
" iya apa?. "
" iya, aku tunggu. "
Aku bingung mempersiapkan semua hal, aku sangat takut dalam pertemuan pertama ku dengannya akan mendapat pandangan buruk darinya.Namun, aku teringat seseorang pernah berkata bahwa jika dia benar-benar menyayangi kamu maka jangan rubah apapun pribadi mu karena sebenarnya dia tertarik akan kepribadian mu bukan penampilanmu.. Ya, dia adalah mas rosyid yang sudah ku anggap salah seorang kakak yang selalu memberikan nasihat-nasihat dibalik ucapannya yang frontal.
Aku pun menarik nafas ku dalam-dalam dan memperhatikan diriku di depan cermin, aku yakin bahwa aku akan baik-baik saja.
Ting.. Notifikasi masuk.
" aku sudah di depan."
Aku pun bergegas turun karena aku sangat hafal sedikit kepribadiannya yang tepat waktu dan sedikit tak suka dengan penantian.
Kita berjalan menyusuri kota tanpa ada pembicaraan hingga sampai di suatu tempat makan. Dia memesan berbagai macam makanan yakni 2 porsi mie, 1 porsi bola udang, 1 porsi siomay dan 2 gelas es. Ku perhatikan langit yang malam itu dihiasi bulan nan merekah indah.
Untuk beberapa menit pertama kita saling diam dan karena aku tidak terlalu suka dengan keheningan akhirnya aku yang memulai pembicaraan.
" jarang-jarang mas traktir makan, ada apa ya?. "
" ya gapapa, pengen makan bareng aja."
" oh ya, 10 hari yang lalu bukannya mas ulang tahun ya... Happy birthday ya. "
" iya terimakasih."
" seharusnya tadi bilang kalo ini traktiran ulang tahun, aku kan bisa bawakan kado. "
Dia tersenyum " ini bukan traktiran ulang tahun kok jadi tidak perlu kado."
" lalu traktiran apa?. " tanyaku bingung
Tapi dia hanya membalas dengan senyuman.
Seingat ku itu pengawalan pembicaraan kami yang selanjutnya mulai terbiasa dan mulai membahas berbagai macam topik.
Ya... Malam itu merupakan the power of imagination yang tanpa disadari membuatku merasa lega akan terkabulnya sebuah ilusi angan.
Terimakasih Tuhanku dan Kamu
~20 juli 2019
BINABASA MO ANG
TERIMAKASIH pada Tuhanku dan Kamu
Teen FictionPertama-tama aku sangat berterimakasih kepada tuhanku karena telah mengirimkan sosok baik hati kepada ku dan tak henti-henti nya aku bersyukur akan hal itu. Sosok yang mengenalkan ku akan pentingnya sebuah kerinduan, akan pentingnya sebuah pengetahu...
