Jam di dinding berdetak seperti biasanya hari ini seperti biasa dia bekerja di sebuah kafe jam sudah menunjukan pukul 10 malam
"dia masih bekerja seperti biasa yaa" gumam stevan dalam hati
stevan duduk di meja no 7 sambil memperhatikan dirinya,
"malam ini dingin sekali apa ia membawa jaket", pikir stevan
kemudian terdengar seseorang berkata aku akan pulang. Stevan pun berdiri karena tahu itu adalah suaranya.Pelayan kafe pun terlihat memanggilnya tapi tidak terdengar karena sudah jauh pelayan kafe itu dia bermaksud ingin memberikan ponselnya yang tertinggal ,
"dia lari begitu cepat" kata pelayan kafe
aku pun datang menghampiri pelayan kafe itu dan berkata
"biarkan aku yang memberikan ponsel itu padanya"
sontak pelayan itu berkata "apa kamu kenal dengan dirinya"
"iya" kata stevan dan mengatakan bahwa ia adalah tetangganya
baiklah aku minta tolong ya"
" baik akan kulakukan" kata stevan.
Stevan berlari ke luar menuju stasiun yang biasa dia naiki setelah sampai di sana dengan nafas yang terengah-engah Stevan bertemu dengan dirinya tapi stevan tidak tau apa yang akan dia katakan jika bertemu dengan dirinya, beberapa saat kemudian kereta pun datang, stevan menaiki kereta menyusul perempuan tadi, sesampainya di dalam stevan duduk di sampingnya wajahnya terlihat malu dan tak mengeluarkan sedikit pun kata kata kemudian diam-diam stevan meletakkan ponsel perempuan saat dia sedang terlengah,
''untung saja ada kesempatan" kata stevan sambil menghela nafas.
Di tengah perjalanan nampak seorang pria muda mabuk dtang ke tempat perempuan itu duduk dan menggoda prempuan itu sontak stevan geram dan rasanya ia ingin melawan, tapi sesuatu yang tidak terduga terjadi.
nantikan bagian berikutnya apakah yang akan stevan lakukan dan siapakah gadis tersebut sampai sampai stevan begitu protektif pada dirinya.
YOU ARE READING
A Game
Mystery / Thrillermanakah yang harus ku ikuti preaturan permainan ini atau kata hatiku ?
