Gadis itu berdecak kesal dan tak henti hentinya mengumpat sedari tadi ia terjebak macet sejak 1 jam yang lalu padahal hari ini ia ada kelas pagi ia terus mengetuk stir mobil dangan pandangan memalas ia sudah bosan sedari tadi duduk di dalam mobil.
ILUVI GATHIE ABRAHAM biasa dipanggil uvi sekarang ia berkuliah di salah satu universitas terbaik di Jakarta yaitu UI uvi mengambil jurusan kedokteran.
🍁🍁🍁
Huh akhirnya uvi dapat bernafas lega saat dia terbebas dari kemacetan kota Jakarta yang tak ada hentinya. Dan sekarang uvi melangkah kan kaki jenjangnya menuju kelas dengan terburu buru dan ya uvi terlambat bagaimana ini dengan mengumpulkan keberaniannya uvi memberanikan diri untuk mengetuk pintu.
tok tok tok
"Permisi pak"ucap uvi menundukkan kepalanya tak berani menatap mata dosen nya karena dosen Jefri ini terkenal dengan dosen killer.
Semua orang yang ada di dalam ruangan itu menoleh ke pintu kelas, lebih tepatnya ke arah uvi dengan berbagai macam pandangan.
"Kau tau nona iluvi gathie abraham saya tidak suka dengan mahasiswa yang terlambat"ucapnya penuh penekanan.
"Iya pak saya tahu, maaf soalnya saya tadi terjebak macet"jelasnya lirih masih tetap menunduk kepalanya tak berani menatap dosennya.
"Baiklah hari ini kau masih saya kasih toleransi, dan untuk kedepannya jangan di ulangi lagi" ucapnya tegas.
"Baik pak terima kasih"ucap uvi mendongak kan kepalanya seraya tersenyum, hari ini Dewi portuna sedang berpihak kepadanya.
"Ya sekarang kau boleh ketempat mu"ucap dosen Jefri.
iluvi pun bergegas menuju bangkunya, dan pelajaran pun berlangsung dengan lancar.
🍁🍁🍁
Akhirnya kelas pun berakhir, uvi Sedang berjalan beriringan bersama ketiga sahabatnya di koridor kampus menuju parkiran.
"Mmm guys hari ini kita tak ada kelas lagi, bagaimana kalau kita ke kafe dahulu melepas penat"ajak rain kepada mereka
"Ayo aku setuju, bagai mana dengan kalian berdua tak sibuk kan hari ini"ucap Angel lalu bertanya kepada uvi dan della.
"Ayo lagi pula aku tak ada kerjaan jika aku pulang ke apartemen "ucap uvi.
Ya uvi memang tinggal di apartemen semenjak uvi lulus SMA uvi ingin hidup mandiri katanya kepada orang tuanya, mereka pun tak membantah mereka mengikuti apa saja keingian anak tunggal kesayangan mereka itu.
"Aku sih ngikut aja"ucap della sambil cengengesan
"Oke kita semua berangkat menggunakan mobil aku saja ya"ucap uvi memberi saran, yang dibalas anggukan oleh semuanya.
Dan mereka pun berangkat menuju kafe yang sering mereka datangi.
####
Hi guys selamat datang di cerita pertama aku, maaf jika bayang taypo nya😁😁 soalnya aku baru pertama kali ini bikin cerita semoga kalian suka ya enjoy this my story dan jangan lupa vote ya guys.🙏
See you the next my story
Stay tune oke.👌🤗
