Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.

1

12.3K 1.1K 92
                                        

Lisa memundurkan kepalanya dari pintu kamar mandi. Diam-diam, ia juga menangis setelah mendengarkan isak tangis istrinya yang berada di dalam.

Wanita bermata hazel sangat ingin menenangkan Jennie dengan cara mengendongnya lalu ia ingin menidurkan Jennie seperti layaknya menidurkan bayi.

Sayangnya ... Bayi adalah alasan dari tangisan Jennie.

Mengapa mereka tidak bisa memiliki anak?

Padahal semua orang di sekitar mereka sudah menikah dan punya anak, kecuali pasangan Lisa dan Jennie.

Jennie sendiri tidak dapat memiliki anak dikarenakan ada penemuan kanker di rahimnya 3 tahun yang lalu, dan itu membuat Jennie kehilangan kesempatan untuk menjadi seorang ibu.

Lisa sebagai istri yang setia, selalu ada di sisi Jennie hampir sepanjang waktu. ia bahkan selalu mengumpulkan rambut sang istri yang terkadang rapuh karena kanker yang Jennie alami.

Mereka selalu ada satu sama lain untuk melewati semua kesulitan bersama.

Tapi kali ini, tidak ada yang bisa membantu mereka.

Semuanya kini terasa hancur dan berantakan seperti bangunan yang terkena gempa besar.

Sekarang rasanya benar-benar mustahil untuk membalikkan semua ini menjadi seperti dulu dimana semuanya baik-baik saja.

Sungguh, Lisa sangat merasa kelelahan karena hal itu. Ia menginginkan kegembiraan pernikahannya kembali lagi, ia ingin bisa pulang kerumah dan disambut oleh Jennie yang melompat ke pelukannya lalu menyambut Lisa dengan ciuman mesra.

Tetapi kenyataannya yang terjadi sekarang adalah, Lisa pulang ke rumah dan melihat istrinya meringkuk di suatu tempat, mengenakan piyama dengan kondisi mata yang merah.

Tidak mudah melihat istrinya dalam kondisi hampir depresi seperti itu.

Sungguh Lisa sangat ingin membahagiakan Jennie dengan memberinya seorang anak, tapi yang terburuk adalah, ia hanya bisa memberi dukungan semangat pada Jennie, itu saja. Karena Lisa tidak bisa memberi Jennie kesenangan menjadi seorang ibu.

Menyeka matanya, Lisa menjauh dari pintu kamar mandi.

Kini semuanya sudah mulai tenang, ia menunggu setidaknya dua menit lalu mengambil kunci cadangan.

Ketika masuk ke dalam, Lisa mendapati Jennie tengah tertidur meringkuk di lantai dekat toilet.

Lalu Lisa mengangkat istrinya dan membawanya ke tempat tidur, membaringkannya dengan lembut di kasur dan menempatkan ciuman di atas kepalanya.

Wanita bertubuh jangkung itu pindah dan berjalan ke arah jendela, lalu ia membuka satu sisi tirai seraya menatap langit malam yang berbintang.

"Tuhan, jika kau benar-benar di sana mendengarkanku. Aku mohon tolong kami. Kami adalah orang-orang yang baik, dan istriku pantas mendapatkan seorang bayi." Lisa berbisik dengan begitu banyak rasa sakit di dalam suaranya sampai-sampai ia merasa tenggorokannya panas seperti terbakar.

Dan pada saat itulah Lisa melihat bintang jatuh.

Itu membuatnya tersenyum, kemudian Lisa segera menutup matanya.

"Tuhan, aku berharap istriku bisa hamil. Bahkan jika aku harus membalikkan duniaku untuk mendapatkannya. Demi dia, aku akan melakukannya. Aku mohon, Izinkan istriku untuk hamil." Lisa memohon dengan semua imannya dalam permintaan itu.

Ia menundukkan kepalanya lantas menutup tirai, menyeka wajahnya dari air mata lantas kembali ke tempat tidur dan berbaring di belakang Jennie.

Ketika hampir tertidur, Lisa merasakan Jennie berbalik kemudian menempel di tubuh Lisa, dan itu membuat Lisa tersenyum lebar.

THE HOPE WE HAVE Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora