Bagian tergelap dari dunia ini adalah ketakutan. Meski kau berdiri dibawah cahaya yang gemerlap, namun saat ketakutan itu menguasai dirimu, maka akal dan matamu akan menjadi tumpul dan buta. Saat itulah kau akan jatuh dalam kebinasaan.
Jika keberanianmu masih tak sebesar ketakutanmu, maka tolong jangan lanjutkan cerita ini.
Pada zaman gelap, sebelum cahaya lampu dapat bersinar terang dengan warna-warninya yang indah pada detik ini, umat manusia sebenarnya telah lama hidup dalam kegelapan, dengan hanya bergantung kepada sinar-sinar api yang merah. Saat itu terjadi bermacam bentuk tragedi yang penuh misteri.
Inilah salah satu tragedi yang masih menjadi misteri tersebut.
Di daerah Kerinci, pada saat itu ada sebuah rumor yang setiap hari selalu menjadi buah bibir bagi masyarakat yang duduk selimpangan dipersimpangan jalan. "Lembah Emas" itulah berita yang menggemparkan dan sekaligus juga menggiurkan.
Cerita ini pertamakali muncul setelah dua orang pemburu rusa yang kembali pulang setelah tersesat selama hampir 3 bulan di dalam hutan.
Inilah kisah mereka.
Sejak dulu hingga ke hari ini, berburu adalah tradisi mistis yang tak bisa dihapus dalam jiwa-jiwa orang Kerinci asli, karena nenek moyang mereka telah lama hidup dalam dunia perburuan.
Sekitar 10 Mil di sebelah Selatan dari gunung Kerinci, ada sebuah desa tua, desa itu dihuni oleh penduduk-penduduk suku Koto yang setiap harinya pergi berburu dan bercocok tanam.
Dipagi sabtu itu, suara tabuh mulai dikumandangkan. Seluruh penduduk desa Koto berduyung-duyung dan berkumpul untuk merayakan tradisi mereka.
Hari itu adalah hari Seko, dimana semua benda-benda keramat diturunkan dari empunya untuk dicuci.
Para pesilat handal mulai menari-nari dengan pedang dikepalan tangan.
Ditengah-tengah kerumunan itu, terlihat ada sekitar puluhan pria dewasa yang bertubuh kekar, lengkap dengan peralatan tempur mereka. Mereka dimandikan dengan air bunga. Lalu diberi mantra-mantra pelindung sial oleh dua orang pawang alam.
Hari itu mereka semua akan dilepas untuk pergi berburu rusa di jantung hutan. Disebuah tempat yang sering disebut dengan Lembah Rusa.
Setelah semuanya selesai, lalu puluhan pemburu terbaik itupun segera pergi meninggalkan desa mereka untuk berburu di Lembah Rusa.
Dekat padang savana hamparan rumput yang luas, terlihat ada sekitar puluhan pemburu yang berjalan lurus sambil menyeret anjing-anjing jantan terbaik mereka. Mereka berjalan menuju jantung hutan dengan tombak dan panah di kepalan tangan.
Suara ganas anjing-anjing kebanggaan mereka terdengar saling bersahutan memadati lereng-lereng gunung yang tertutup rapat oleh dahan-dahan pepohonan yang rimbun. Embun pagi saat itu masih mengepul pelan diatas rerumputan kecil yang tampak basah.
Meski lumpur menggenangi kaki, namun langkah tak akan pernah berhenti sebelum tombak berlumur darah, dan daging memenuhi jangki.
Mereka tidak akan pernah pulang sebelum pulang bersama mangsa. Lebih baik tidur di pohon daripada pulang dengan tangan yang hampa. Karena itu adalah aib yang besar bagi mereka. Begitulah komitmen kuno yang melekat didalam setiap hati para pemburu di Kerinci.
Perjalanan yang panjang itupun akhirnya terhenti oleh senja. Hingga membuat puluhan pemburu itu mendirikan tenda sementara untuk menunggu dan menyambung perjalanan mereka di pagi besok. Perjalanan itu hanya tersisa setengah hari lagi sebelum sampai di lembah rusa.
Anjing-anjing mulai diberi makan dan minum. Tenda-tenda kayu mulai didirikan. Senja semakin pudar, gelap mulai menimpa dedaunan, hingga akhirnya seluruh hutan-pun mulai menjadi gelap.
ESTÁS LEYENDO
Perjalanan Dua Pemburu Yang Hilang (Two Hunters)
AventuraCerita tentang perjalanan dua pemburu yang terpisah dari kelompoknya.
