Tidak ada bintang malam ini, hanya langit berawan di terangi cahaya bulan. Awannya terlihat bergumpal seperti dataran salju.
Dingin...
Berbanding terbalik dengan suasana di rumah, restoran, cafe yang hangat di peluk cahaya lampu di ikuti gelak tawa pemecah kesepian malam.
Hari ini ada perayaan sebuah perusahaan yang bernama Top Corp yang bergerak di bidang software untuk perhotelan dan telah bergerak selama 15 tahun. Ini hanyalah perayaaan sederhana, mentraktir makan malam semua karyawan di sebuah restoran.
Semuanya tampak antusias, sangat menikmati acaranya termasuk seorang gadis pendiam yang duduk di sudut ruangan dengan kue lumer coklat yang tinggal setengah. Dia berjilbab, kulitnya kuning langsat, dan ketika ia tersenyum sangatlah manis. Gula dan madu seakan berada pada senyumnya.
Gadis itu berkumpul dengan teman-temannya sambil bergosip tentang direktur muda yang baru menjabat selama 4 tahun. Direktur itu berumur 29 tahun, ia tinggi, kulitnya putih, hidungnya mancung, dan wajahnya mirip orang Arab. Dia ganteng, sering di puja wanita di tambah lagi dengan statusnya lajang. Ia tegas, bahunya lebar dan kokoh dan semua wanita ingin masuk ke dalam pelukannya.
"Assalamualaikum.."
Gadis itu menoleh, dan mendapati Renando, laki-laki yang mereka gosipkan yang kini sedang berdiri dengan senyum. Seketika tempat itu jadi hening.
"Walaikumsalam.." balas gadis itu setengah kaget.
"Aku Renando Putra Jaya, bolehkan kita berkenalan ?" Ia menjulurkan tangan berharap di jabat gadis itu.
Gadis itu menolak, ia menyatukan kedua tangan di depan dada. "Aku Aranda Putri Humairah" ucapnya.
Renando atau kerap di panggil Re menarik tangannya kembali. Sepintas ia terlihat seperti tersenyum.
"Apa aku boleh bergabung ?" tanyanya pada yang lain. Semuanya mengangguk malu.
"Tentu saja, silahkan duduk pak" ujar luna dengan senyum menggulum.
Re menarik sebuah kursi, lalu ia duduk.
"Ini pertama kalinya saya bertatapan langsung dengan karyawan. Maaf membuat kalian tidak nyaman" Re tersenyum, "lanjutkan saja pembicaraan kalian. Santai saja"
"Baik pak " pembicaraan pun lanjut ke pernikahan.
Re melihat ke arah Aranda atau panggilan akrabnya Aran. Ia hanya diam dan tersenyum ketika ada yang lucu dengan suapan kue yang tidak pernah tertinggal. Ia makan dengan sangat lahap.
"Oh iya, ngomong-ngomong, di antara kita ada yang ditinggal nikah lo,," ujar Rena tiba-tiba. Ia melirik Aran dan semuanya pun menebak orang tersebut Aran.
"Katanya sih cowoknya udah di tunangan sama orang lain." Tambahnya lagi. Mendadak heboh.
"Iya Aran ? Masa ? Kenapa kau tidak cerita,," kepo yang lain.
Aran menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan pelan.
Lalu tersenyum, "kami tidak berjodoh" hanya kalimat itu yang keluar dari mulutnya yang tipis.
Matanya mulai sendu. Ia mulai memainkan sendok dan kue. Jangankan memakannya, mengangkat sendok dan membuka mulut saja sudah berat.
"Gimana rasanya di tinggal nikah, menyakitkan kan ?" Rena tersenyum jail. "Kuat nggak hatimu datang ke pernikahannya ? Jangan sampai tiba di sana kau nangis dan minta di nikahi untuk jadi istri keduanya" timpalnya lagi membuat Aran tertawa sambil menggeleng kecil. Yang lain ikut tertawa juga. Kecuali Re yang hanya mendengar dan memperhatikan raut wajah Aran.
"Ngaklah, itu nggak akan terjadi"
Re tidak mengerti kenapa membicarakan hal itu di sini..
"Sabar ya, orang yang sabar disayang Tuhan." Canda yang lain.
Aran mengangguk, ia meraih gelas minum, tangannya mulai dingin, raut wajahnya juga dingin, hatinya ikut dingin.
Hiruk pikuk tak lagi terdengar, sepi, sunyi, dingin yang di hantarkan malam memeluk Aran, membawanya pada mimpi yang tinggal kenangan. Melamun dengan mata berkaca-kaca menatap gelas kosong di depannya dan kue lumer yang tinggal sesuap.
Aran menghembuskan nafas, "sepertinya udah hampir jam 9, aku pulang duluan ya,," ia lalu membereskan semua barangnya dan berlalu pergi dengan langkah cepat.
Melihat itu, Re pun pamit.
Selangkah dari pintu restoran, air mata Aran jatuh berderai, di tiup angin malam yang membuat pipinya terasa beku. Hatinya sangat sakit di sertai sesak di dada seperti ada palu yang memukul jantungnya.
Berkali-kali ia ikut memukul dari luar diiringi nafas yang memburu dengan tangan kanan menutup mulut manahan isak. Tak dapat di redam hanya dapat di tangisi.
Ia tertuduk di parkiran dengan kepala dan tangan di atas lutut. Punggungnya ikut naik turun diiringi rintihan tertahan. Rayap-rayap patah hati ini kapankah berhentinya ? Rayap-rayap patah hati ini kenapa membuat seseorang menangis terus ?
"Aran menikahlah denganku !" Suara itu memecah malam, mengalahkan isak.
Membuat Aran mendonggakkan kepala, dalam gelap malam ia berusaha melihat siapa yang berbicara. Dahi Aran mengernyit, lampu sorot dari sebuah mobil yang masuk ke parkiran membuat wajah laki-laki itu terlihat jelas. Re berdiri dengan kedua tangan berada dalam saku celana.
"Menikahlah denganku !" Ujarnya sekali lagi dengan wajah serius bercampur kesal. Kenapa ia terlihat kesal ?
Aran terdiam, suara segukkan hadir di antara mereka.
Bagaimana mungkin laki-laki yang baru berkenalan dengannya langsung melamarnya
-‐----------------------------------------------------------------------------
Silahkan menikmati ceritanya,, jangan lupa vote ya,, :)
VOUS LISEZ
Yaa Qalbii💕 (Hiatus)
Romance"Takdir tidak selugu pemikiran" Ada yang bilang obat patah hati adalah menemukan cinta yang baru. Menurutmu bagaimana ?
