"Aku belum tahu apakah kita berpisah untuk sementara atau selamanya. mungkin benar 'jenuh' itu benar adanya"
Adeeva pov
Matahari yang bersembunyi dibalik awan itu sudah mulai menampakkan diri, pagi ini masih seperti hari biasanya.
"div, bangun nak " kudengar suara ibuku memanggil
Well, udah waktunya gw untuk bangkit dari kasur tercinta ini.
"iyah ma, udah bangun kok"
"baiklah, mandi dan bergegaslah sarapan" sahutnya lagi
"tidak mau" ucapku lagi dengan nada yang membuatnya jengkel wkwkw aku berlari ke kamar mandi karena pintu kamar sudah nyaris terbuka.
"diva, dasar anak ini" kata ibuku kembali
Aku tak perlu lagi menjawabnya, you know la. Karena seandainya kujawab , wanita satu itu akan merepet janda.
Oke, gw lupa kenalin nama gw adeeva kirana mahesti, saat ini gw sedang menjalani masa kuliah di salah satu universitas di jakarta,semester 4 dan well gw jurusan sastra. Sekian dulu. Heheheheheh
-ruang makan-
"selamat pagi anak papa "kata papa menyambutku yang turun dari tangga (nama ayah:rizal mahenra)
"pagi papa, pagi mah, pagi adekku terganteng sejagat raya" balasku
"pagi sayangnya mamah" mamah lagi baik mode on nih
"pagi juga kk gw yang alay nya sejagat raya" ujar adik gw yang paling dekil(nama;arya mahenra)
Oke, berhubung kita lagi makan, pemberitahuan gw anak pertama dari keluarga mahenra, eh btw nama gw ngikut nama belakang mamah, bukan papa. Baiklah sekedar informasi umur gw sekarang 20 tahun, udah cukup tua emang, dan adek gw satu satunya yang paling jahat plus paling baik sekarang umur 18 tahun.
"oke mah diva pergi dulu yah" ucapku sambil membawa tas meninggalkan ruang makan
"eh kelupaan, salim dulu kan mah" ucapku lagi nyengir sambil mencium telapak tangan papah dan mamh dan tak lupa menajambak rambut adik laknat ku itu. Wkwkkw
-kampus-
Aku melangkahkan kakiku di kampus tercinta dengan perasaan bahagia, bagaimana tidak?sebentar lagi aku akan bertemu kekasihku, namanya Arjuna dirgantara.
"kak div, bang arjun nunggu di rooftop katanya" ucap boy adik junior arjuna
"oke, siip" balasku
Sambil melangkahkan kaki ke rooftop, aku mulai menimang nimang apa alasaan juju(panggilan sayang untuk arjuna wkwkwk) berbincang harus di rooftop.
-rooftop-
"hi juju" ucapku lantang ingin mengejutkannya. Dan lihatlah wajahnya tak terkejut sama sekali. Sial
"ooh, hi juga ' ucapnya dengan suara agak berat
"duduk disini by" lanjutnya smabil menunjuk kursi disebelahnya
"ada apa , kok tumben ngajak ketemuan di rooftop?"
"engg, gak ada biar suasana baru aja" ucapnya canggung. Aku mencurigai gerak geriknya yang terlihat sekali sedang berbohong.
"gini by, kemarin kan kamu bilang kamu butuh kerja part time gitu buat habisin waktu luang. Terus, aku punya kenalan yang bokapnya punya perusahaan penerbitan berbagai majalah, novel, dan karya sastra tulis gitu by. Aku udah bicarain soal kamu juga, dan kebetulan katanya mereka lagi butuh."
"oh, iyakah?"ucapku tak percaya dengan yang dikatakanyya karna akhir akhir ini perilaku juju mulai sedikit berubah agak menjauh dariku. Ternyata dia masih sangat perduli padaku. Oh my God aku sangat senang. Belum sempat aku berhenti dari euphoria ku, juju sudah berkata lagi
"by, aku mau ngomong sesuatu sama kamu. Kamu bahagia gak pacaran sama aku sudah hampir 5 tahun ini? Sejak kita kenal SMP dulu, aku udah suka sama kamu, setelah 2 tahun setelahnya baru aku berani ungkapin rasa cintaku padamu di acara pensi kelas 3 SMP. Aku tahu, gak mudah buat kita jalanin hubungan ini selama gampir 5 tahun. Tapi, kamu merasa gak sih kita gini gini aja?"
"maksud kamu gimana?" aku bingung arah pembicaraan ini kemana
"maksud aku ruang lingkup pertemanan kita, yah itu itu aja. Kayak gak ada yang nambah gitu, padahal kita kan udah mahasiswa, semester 4 pulak. Tapi yah, gitu. Aku merasa kayak ada yang kurang aja. Mungkin jenuh kali yah"
"kamu jenuh sama aku by?"mataku sepertinya sudah mulai memerah, sulit sekali dikedipkan.
"terus, kamu mau putus gitu" sambungku lagi, kulihat dia terkejut dengan ucapanku
"bukan gitu loh baby, aku hanya merasa lain dari teman temanku yang lain bisa kemana aja gitu"
"aku gak pernah melarang kamu kemana aja dan sama siapa aja, aku gak maksa kamu untuk selalu ada buat aku. Oke kalo memang kamu ingin kebebasan akan kuberikan. Love you juju". Balasku sambil berlalu pergi, air mataku tak terbendung lagi
"by, love you too. Beri aku waktu satu bulan by" kudengar teriakan nya yang semakin tak jelas.
vote dan coment jika berkenan.
salah satu hal yang paling nikmat adalah gratis, termasuk vote dan coment.hehheheh
-authorblablabla-
YOU ARE READING
ABU - ABU
General FictionTerimakasih telah memberikanku banyak pelajaran hidup, aku menyerah pada dirimu yang seolah tak tahu atau mungkin memang takdir tak ingin kita bersatu. Aku ingin memulai semuanya dari awal lagi, entah sampai kapan aku mengakhiri penantian ini hingga...
