Alkisah (sihhiyyy), suatu ketika di tahun 2016, Fernando Simandalahi (owner penerbit ini) membuat sebuah grup menulis tempat berkumpulnya para penulis pemula. Tidak ada agenda khusus dalam membuat grup ini, selain mengajak orang-orang yang memiliki minat yang sama (dalam menulis) untuk saling mendukung dan melahirkan sebuah karya.
Untuk mengumpulkan peserta awal, Fernando membuat sebuah proyek menulis antologi dan para peserta dengan cerita terpilih otomatis menjadi anggota grup. Long story short, proyek ini sukses dilaksanakan dan mereka berhasil membuat sebuah antologi cerita pendek.
Masalah muncul ketika Fernando ingin menerbitkan buku antologi tersebut. Ingin terbit di penerbit mayor, tentu tidak memungkinkan karena jarang ada penerbit yang mau menerima naskah antologi apalagi dengan berbagai tema dan banyak penulis. Kalau pun bisa, proses penyaringan naskahnya pasti akan lama. Setelah mencari informasi, akhirnya Fernando memutuskan untuk memakai jasa salah satu penerbit indie untuk menerbitkan buku tersebut.
Buku akhirnya terbit. Semua senang, kecuali Fernando. Ia merasa tidak begitu puas dengan hasil cetakan buku tersebut. Ada beberapa kekurangan yang seharusnya bisa dihindari jika tim penerbit lebih teliti. Salah satu anggota grup mengatakan bahwa itu merupakan hal yang biasa karena 'standar penerbit indie tidak bisa disamakan dengan penerbit mayor.' Anggota tersebut kemudian menunjukkan bukunya yang juga diterbitkan secara indie (melalui penerbit yang berbeda). Hasilnya lebih jelek, tata letaknya berantakan, dan sama sekali tidak diedit. Gawat!
Fernando kalap dan berpikir, Ini tidak bisa dibiarkan. Ia kemudian bertekad untuk mendirikan sebuah penerbit yang benar-benar bisa memberikan pelayanan terbaik untuk penulis, baik dari segi kualitas editing, desain sampul, tata letak, hingga cetakan. Penulis sudah susah payah untuk menyelesaikan naskahnya, sayang sekali jika berakhir di penerbit yang hanya memikirkan uang.
Sebagian besar penerbit memiliki kelebihan di satu bidang dan kekurangan di bidang yang lain. Ada yang desain cover-nya bagus, hasil editing-nya jelek. Ada yang editing-nya bagus, hasil cetakannya seperti fotocopy. Macam-macam! Padahal, penerbitan buku seharusnya tidak seperti itu. Semua harus rapi dari hulu ke hilir. Cover, editing, tata letak, dan cetakan, semua harus rapi. Salah satunya jelek, maka seluruh buku akan jelek. Inilah yang menjadi misi Fernando: mendirikan sebuah penerbit yang bisa memberikan hasil terbaik di semua bidang penerbitannya. Cover harus bagus, tata letak harus oke, editing harus memuaskan, dan hasil cetakan harus bisa disejajarkan dengan cetakan penerbit mayor.
And you know what? HE DID!
Say "Hi!" to One Peach Media. Penerbit ini adalah hasil dari keteguhan hati Fernando untuk mendirikan sebuah perusahaan penerbitan yang benar-benar terpuji dari hulu sampai hilir. Dia berhasil.
Setelah dua tahun di dunia penerbitan, kami dengan bangga mengatakan bahwa 90% dari client kami merasa puas dengan pelayanan One Peach Media. Padahal, biaya terbit yang kami tawarkan sangat murah, bahkan jauh lebih murah jika dibandikan dengan penerbit indie lainnya.
_____
Jadi, setelah membaca sejarah singkat ini, sudah yakin untuk memilih One Peach Media sebagai partner menerbitkan bukumu nanti? Tenang, jangan buru-buru. Sebelum memakai jasa kami, silakan tanya-tanya dulu ke para penulis yang sudah pernah bekerja sama dengan kami. Kami bebas mengatakan apa pun, mengklaim bahwa 90% client kami merasa puas, tapi kamu sebaiknya tanyakan dulu secara langsung ke mereka. Bagaimanapun, pernyataan dari mereka tetaplah menjadi bukti yang paling valid.
Kami akan menunggu dengan sabar.
See you on paper.
YOU ARE READING
Hello! Meet Your Next Favourite Publisher
Non-FictionHai! Onepeach.media sudah menjadi penerbit favorit banyak penulis. Kamu belum? Yuk, kenalan dulu. Pasti kesengsem.
