Menjadi Bahagia

3 0 0
                                        

Pernah merasakan bahwa suatu hari kamu butuh sesuatu. Tapi pada saat yang bersamaan, apa yang kamu butuhkan tak ada di dekatmu.

Lalu, setelah menjadi minimalis yang punya sedikit barang, kamu seolah menyesal. Kenapa barang-barang yang dulu ada dibuang begitu saja.
Paling banyak dikeluhkan adalah. “Bang, apa gak mubazir membuang banyak barang?” Bagi aku tidak. Yang paling mubazir sebenarnya adalah menumpuk barang terlalu banyak.

Kebayang gak kalau semua barang yang ada sama kita itu. Sebenarnya hanya untuk diletakkan begitu saja, tidak dipakai, dijual, atau bahkan tidak dilihat sama sekali. Kalau aku saranin, mending kasih ke lembaga sosial gitu, lebih berpahala.

Letakkan kembali sesuatu pada tempatnya. Seperti kita membuang sampah pada tempatnya. Meletakkan sesuatu pada tempatnya sering dianggap sepele.

Kita sering kehilangan barang-barang penting yang kita punya. Dengan begitu, waktu kita kadang habis bermenit-menit bahkan berjam-jam hanya untuk mencari barang yang hilang tersebut.

Kunci motor misalnya. Pada pagi hari kita menaruhnya di atas meja. Namun, saat kita pulang, entah itu karena kecapekan atau lalai, kita dengan mudahnya menaruhnya di tempat sembarangan.

Saat dibutuhkan, barulah kita kerasan untuk mencarinya. Kita seakan memutar memori beberapa jam yang lalu unutk bisa mengingatnya. Hingga seringkali kita menyerah mencarinya. Ini baru contoh sederhana dari keuntungan menjadi minimalis dan perlunya meletakkan sesuatu pada tempatnya. Selamat menjadi minimalis.

Pagi hari, silahkan bergerak dan berbuat. Perbanyak langkah, bakar kalorimu. Satu hal jika mempunyai barang sedikit di rumah adalah kau bisa bergerak lebih leluasa.

Jangan mengeluh di pagi hari, biasakan bangun sedini mungkin. Jangan biarkan dirimu terkungkung dalam rasa malas yang berlebihan.

Menjadi minimalis adalah sebuah tuntutan untuk orang-orang yang ingin menurunkan berat badan. Seperti yang aku jelaskan di paragraf di atas bahwa barangmu yang terlalu banyak bisa menghaangi gerak langkah.

Mari menjadi minimalis bersama-sama. Karena jika aku atau kamu sendirian, maka tak seru. Mulai dari langkah awalmu dengan bangun sepagi mungkin.

Semakin minimalis, semakin sedikit kamu menyusahkan orang lain. Hal ini sangat berguna, karena diri kita sampai hari ini sudah terlalu banyak menyusahkan orang.

Peran kita terhadap orang lain masih sedikit, sementara kita masih saja menuntut lebih dari mereka. Maka menjadi minimalis membuat orang lain senang dengan anda, karena paling tidak anda membantu mereka untuk mengurangi masalahnya.

Dalam hal makanan, kita bisa menjadi minimalis. Kalau dalam dunia perempuan ini disebut ‘diet’. Mengurangi porsi makan dari biasanya.

Yang biasa makan nasi goreng tambah gorengan. Barangkali jika minimalis hanya makan nasi goreng saja, gorengannya dihilangkan dahulu.
Bisa juga ini disebut menjaga pola makan. Jadi bukan diet.

Masih dengan konsep minimalis. Alasan kenapa aku selalu suka dengan hal ini adalah tentang mudahnya menjalani hidup.

Tidak usah memikirkan terlalu banyak baju yang dicuci, piring dan peralatan lainnya yang terlalu banyak.

Karena seringkali orang dibuat sakit bukan karena fisiknya lemah. Bisa saja seseorang kuat dalam melakukan segala hal, namun belum tentu pikirannya sekuat fisiknya.
Maka tidak heran jika hari ini banyak orang sakit karena stres berlebihan. Dokter pun sering mendiagnosanya dengan mengatakan bahwa sang pasien kelelahan, bukan lelah bekerja, namun lelah berpikir.

Maka dengan menerapkan konsep hidup minimalis, setidaknya bisa mengurangi beban pikiran dalam dirimu. Dengan menerapkan minimalis juga aku bisa memanfaatkan waktu lebih banyak dari biasanya untuk kegiatan di luar rumah.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Feb 19, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

MinimalisWhere stories live. Discover now