Bagian 1

10 0 0
                                        

Seperti biasanya dihari minggu, kegabutan selalu melanda gw. Ritual gw dihari minggu adalah dikamar skrol ig, baca novel, rebahan dan menghayal.

Pagi itu tiba tiba ponsel gw dering, gw terkejut ketika melihat nama yg tertera di layar ponsel gw. Antara seneng dan bingung kenapa elfar nelfon gw. tanpa pikir panjang gw langsung angkat.
"Assalamualaikum fa" terdengar suara dari seberang sana, yang membuat hati fakhya bergetar.
"Waalaikumsalam, kesambet apa lo pagi pagi gini nelfon gw? "
"Ya elah galak banget tuan putri"
"Yaudah langsung inti nya aja, ada apa? "
"Jadi gini, di komplek gue hari ini ada acara baksos, nah relawan nya kurang"
"lah terus apa urusan nya sama gw? "
"ya gw mau ngajak lo lah, lo mau kan bantu gw? bantu jadi relawan"
"Oke, tapi ntar traktir gw bakso depan komplek gw ya"
"iya tuan putri, yaudah sana mandi gw tau lo belum mandi, dandan yang cantik siapa tau ntar ada yang nyantol."
"Apasihh, jadi menurut lo gw biasanya ga cantik gitu"
"Cantik kok, tapi kalo diliat dari gunung eferst"
"tau ah bodoamat" akhirnya fakhya mematikan telpon tersebut.

ada rasa yang tak bisa diungkapkan, selama 5 tahun ini fakhya seolah biasa saja dengan semuanya. Dia sadar tentang perasaan nya namun dia lebih sadar bahwa antara dia dan elfar tak lebih dari sahabat dan kakak kelas.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Mar 18, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

FreindzoneStories to obsess over. Discover now