Pagi Berdebu

59 7 22
                                        

Dulu pagi itu adalah rinduku, berembun... Membutakan jalanan dan menyejukan udara.

-Ara

Hujan siang ini membuat Ara begitu khawatir dengan keadaan sahabatnya, Lenan.

***

"Heh chuby, gue mo balek tapi lo harus janji pas gue sampe rumah lo harus bales chat gue!" Ara hanya melengos dan menghidupkan motornya untuk segera pulang, "chuby! Lo budek tah? Lo ga punya kuota? Bilang!" Ara akhirnya mengalah dan menjawab Lenan, si haus akan balasan chat dari Ara.
"Gue ga budek ya bangg, iya tar gue bales."
"Nah gitu dong ra, klo kek gt gue jd tenang" Lenan kali ini tidak pulang bareng Ara karena dia harus buru-buru pulang.
Kini Ara berdiri di depan pintu dan menunggu pesan singkat dari sahabatnya itu, sudah hampir 3 jam Ara menunggu. Hujan sudah mulai mereda, tapi Lenan belum juga menghubunginya.

Drrt drrt drrt

Ara bergegas melihat hpnya, dan benar itu dari Lenan.

From : Ew

Woi

Ada sedikit senyum yang mengembang, itu milik Ara.
Tanpa berfikir panjang Ara akan segera memarahi sahabatnya itu dengan kata-kata yang tajam.

To : Ew

Knp? Knp baru chat. Kl lo masih sama pacar lo yaudah, lo g ush chat gua dulu. Lo tadi yang repot bgt pen gua bls chatnya.

Iya, Lenan memang baru saja mengantarkan pacarnya pulang dan itu juga alasan kenapa dia tidak bareng Ara hari ini.

From : Ew

Sensi bet dah. Wkwk sory td gua pas abis pulang dari rumah sonya gua ketemu chia, hehe jadi sekaliaannn chub gua modusin 😁

Ara hanya meringis membaca chat sahabatnya yang punya seribu pesona itu,

To : Ew

Buaya bgt si lo Le. Dah bye gua mo tdr, hari ini gua g bs dengerin curhatan lo soal chia, atau siapapun.

Ara seketika mematikan hpnya, akhir-akhir ini dia sering sekali merasa aneh kenapa dia tidak pernah lagi mengejar cinta Adi.
Dan, Lenan juga belum tau soal itu.

Abu-abu Stories to obsess over. Discover now