We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

KENANGAN DI PEMATANG SAWAH

17 1 0
                                        

Asih termenung sore itu

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.


Asih termenung sore itu. Netranya menatap lembayung senja yang bergelayut manja menanti sang penguasa gelap tiba. Memori kenangannya kembali menghantuinya. Dadanya sesak, ia merindukan pemandangan senja ditengah pematang sawah sambil memangku gitar.

Ia ingat kala itu. Di gubuk tengah sawah bersama Asep yang tengah melantunkan lagu “Diskusi Senja” milik Fourtwnty, sedangkan ia menatap Asep dengan penuh arti, maniknya bercahaya, kagum dengan senyuman tertaut dibibir.

“Sih, kamu percaya kan aku akan kembali?” Tanya Asep.

Asih mengangguk pasti. Ya, ia sangat percaya Asep akan kembali menemaninya sampai tua nanti.

“Tentu aku percaya, bahwa mas akan kembali. Ingatlah mas, aku akan tetap menunggumu walaupun itu harus memakan waktu.”

Asih menatap gadisnya, jemarinya menyentuh pipi sehalus porselen itu dengan lembut, mencoba meresapi rasa agar selalu teringat disanubari bahwa tambatan hati tengah menanti.

“Aku cinta kamu, Sih. Tunggu aku pulang, aku akan segera melamarmu kemudian aku akan membawamu ke Jakarta kita hidup disana.” Ucap Asep dengan sorot matanya menatap Asih penuh kasih dan cinta.

Asih mengangguk, “Aku tunggu pinanganmu mas.”

🌻🌻🌻

Sampai detik inipun, kalimat yang terlontar dari bibir manis Asep masih terngiang ditelinganya. Dan Asih akan merasakan sakit menyayat hatinya, karena Asih pergi jauh ke Jakarta.

Asih mengusap air mata yang meleleh dipelupuk mata, membasahi pipinya yang putih mulus. Lusa ia akan dinikahkan dengan pria yang sama sekali tak ia cinta.

Ia menyesal, telah memberikan segalanya untuk Asih karena pada akhirnya semua ucapan Asep hanyalah sebuah ketidakbenaran.

'Mana janjinya yang akan melamar Asih? Mana katanya yang akan membawa Asih ke Jakarta?

Dan.... mana katanya yang sangat mencintai Asih??'

Gerutu Asih dalam hatinya.

🌻🌻🌻

Asih menyesap kopinya. Pandangannya menerawang jauh, menatap langit senja. Tiba-tiba kenangan yang dulu terlintas. Tenyata menikmati senja di desa dengan sawah luas membentang sampai ujung pandang lebih baik daripada menikmatinnya dari atas gedung pencakar langit yang menyeruak memenuhi Ibu Kota.

Ia mengeluarkan dompet dari sakunya, menatap potret gadis manis pujaan hatinya, Asih.

“Sih, mas rindu kamu. Ini sudah dua tahun aku tak menemuimu, apa kamu merindukanku juga?”

Asep bermonolog, senyumnya dipaksa terbit meskipun nyeri menjalar di dada. Terlalu lama menahan gejolak rindu yang menggebu ingin segera dituntaskan.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Aug 11, 2021 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

KENANGAN DI PEMATANG SAWAHStories to obsess over. Discover now