Billa& Kai 1

128 6 0
                                        

Part - 01

"Dia memang gila"

*

"Jadi apa yang ingin kamu bicarakan dengan saya?" Perempuan yang bernama Billa Aneta Demitrius menatap pria yang kini duduk dihadapannya, yang menariknya secara tidak langsung dari acara pameran yang sedang dirinya lakukan di gedung sebelah.

"Kamu pasti sudah paham dengan apa yang ingin saya bicarakan dengan kamu."

Billa memicingkan matanya pada pria yang kini terlihat duduk dengan santai. Pria yang beberapa menit lalu memperkenalkan dirinya sebagai Kai Christian Emilius, anak tunggal dari pengusaha Emilius yang merupakan salah satu pengusaha yang berhasil membangun perusahaan besar hanya dengan satu generasi keturunan.

"Saya tidak paham." Jawab Billa, perempuan itu masih mencoba untuk bersikap layaknya orang yang tidak tahu bahan pembicaraan dari lawan bicaranya saat ini.

"Kamu benar benar tidak paham dengan apa yang akan saya bicarakan?" Tanya Kai sebelum memajukan wajahnya serta badannya dan menyandarkan siku tangannya diatas meja dan menyokong dagunya dengan telapak tangannya.

"Saya benar benar tidak paham." Jawab Billa yang kini memundurkan tubuhnya untuk memberikan jarak yang cukup jauh dari pria yang bernama Kai tersebut.

"Termasuk soal kakak kamu?" Billa memalingkan wajahnya dengan raut wajah kesal, sebelum menghembuskan nafasnya dengan kasar. Yang Billa pahami situasi saat ini sangat tidak baik untuk dirinya, banyak mata yang menatap dirinya dengan Kai dengan berbagai ekspresi.

"Saya tidak paham tujuan kamu bertemu dengan saya dan mengajak saya bicara saat ini, apalagi jika berkaitan dengan kakak saya." Ucap Billa setelah kembali menatap kearah Kai yang kini sudah menunjukan secara terang terangan kalau Billa tidak menyukai keberadaan Kai yang ada didepan'nya saat ini.

"Kalau begitu bagaimana jika ini berkaitan dengan kamu?"

"Hah?"

"Saya menginginkan kamu. Bagaimana kalau kita menikah?" Ucap Kai dengan posisi yang masih sama, menatap Billa dengan wajah yang terlihat santai.

"Hah?" Billa menatap Kai dengan tidak percaya, pria dihadapannya benar benar gila.

"Bagaimana? Apa kamu tertarik?"

"Gila." Ucap Billa dengan mata yang menatap Kai dengan tatapan tidak suka.

Kai menarik bibirnya sangat tipis, sebelum memundurkan tubuhnya dan menyandarkan punggungnya di kursi yang di duduki'nya. Melipat kedua tangannya di dada, "saya bisa mengangkat status sosial kalian. Kakak kamu tidak perlu lagi menjadi simpanan pria yang sudah beristri dan kamu, tidak perlu mengeluarkan uang dan tenaga untuk terus menerus menutupi skandal kakak kamu lagi. Bagaimana, apa kamu tidak tertarik?"

Billa mengigit bibir dalamnya, pria di depan'nya sepertinya sudah mengetahui semuanya.

"Saya sama sekali tidak tertarik dengan tawaran yang kamu berikan, mungkin kamu bisa memberikan tawaran tersebut pada dia. Saya yakin dia akan sangat menyukai tawaran yang kamu berikan." Ucap Billa, menekan kata dia untuk menunjuk saudara kandung'nya yang selalu berbuat ulah tanpa berfikir dampaknya.

"Jika saya harus mengorbankan masa depan saya untuk keharmonisan keluarga saya, tentu saya akan memilih perempuan yang baik dan yang saya ingin'kan kamu, bukan kakak kamu yang sudah pasti bukan perempuan baik baik." Ucap Kai dengan tegas.

"Saya juga bukan perempuan baik baik." Ucap Billa.

"Kamu belum pernah memiliki skandal apapun dengan pria dan melihat dari pekerjaan yang kamu lakukan sekarang, sepertinya tidak akan memberikan dampak bagi perusahaan saya."

After Meet YouStories to obsess over. Discover now