We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

Part 1 || Really life

27 3 0
                                        

.
.
.
.
.
.
.

Terkadang kita tidak menginginkan hidup yang seperti ini
Tetapi takdir memaksaku untuk menjalaninya
.
.
.
.
.
.

Hana. Kang Hana. Cewek cantik berusia sekitar delapan belas tahuananlah. Lagi kelas tiga SMA bergengsi di Seoul.

Kalem ye tapi nggak kalem banget kok. Baik hati? oh tentu tidak. Yaiyalah baik hati manusia juga bukan iblis. So whatever ya thor

"Baekhyun-ah " panggil Hana

Ya. Baekhyun ini temen Hana yang selalu ada buatnya. Bukan yang datang pas ada maunya yekan? Kayak anak jaman sekarang aja wk:v. Tapi masih banyak kok temen Hana yang baik selain Baekhyun.

"Hmm. Wae " Baekhyun noleh ke Hana

Ya. Mereka sedang duduk di balkon. Sekarang ini saatnya pulang sekolah, tetapi entahlah mereka mampir kesini untuk apa

"Apakah kau pernah berada di posisiku? "

"Posisi? Posisi apaan? "

"Bagaimana perasaan lo kalau orangtua lo cerai " tanya Hana sambil natap langit.

"Kau ini. Jangan bicara sembarangan"

"Memang sulit ternyata. Hh. Kukira aku terlalu lemah" Hana tersenyum hambar

"Yaudah ayo pulang " ajak Hana lalu berdiri

Dan mereka pun pulang naik motornya Baekhyun

🍁🍁🍁

"Hana-ya " panggil Baekhyun setelah Hana turun dari motornya

"Hmm "

"Lo beneran tinggal disini sendirian? Lo yakin? " tanya Baekhyun. Karena ya Hana tinggal di apartemen elit ini sendirian. Ayahnya di luar negeri, ibunya di Busan. Hana ini ikut ayahnya yang baru saja cerai dengan ibunya. Tetapi bukan berarti Hana ada masalah ya sama ibunya. Mereka fine fine aja kok.

Hana ikut ayahnya ya karena Hana sudah lama tinggal disini dan juga sekolahnya nggak jauh dari sini. Yakali Hana ikut ibunya ke Busan dan sekolah di Seoul. Jauh coy.

"Hmm"

"Lo kalo ada apa apa jangan lupa telfon gue ya "

"Hmm"

"Yaudah gue duluan. Nggak usah cengeng" ejek Baekhyun lalu pergi

🍁🍁🍁

From : Oennie

Hana-ya. Mianhae. Aku nggak bisa balik sekarang. Kata appa sekarang lo di Busan ikut dia. Kenapa kau tak ikut oemma saja? Dan sekarang lo tinggal sendiri di apartemen? Kamu berani hah?

Hana membaca pesan tersebut sambil tersenyum.

"Gomawo" ucap Hana lirih

Kakaknya memang tidak berubah. Dia yang paling paham dengan kondisi Hana.

To : Oennie
Gwenchana, oennie-ya.

Hana lalu bangkit dari tidurnya. Dia meraih jaket yang ada di meja lalu keluar.

Hana pergi jalan jalan ke taman dekat apartemen nya sekedar untuk menenangkan pikirannya.

Ia melihat segerombolan anak anak sedang bermain kejar kejaran. Andai waktu bisa diputar kembali, ia akan kembali ke masa masa tersebut dan tak akan memikirkan hal hal semacam ini.

Dukk

Sebuah bola mengenai kepala Hana. Lalu ada cowok laki laki yang mendekat

"Gwenchana? " tanyanya khawatir

"Ahh, gwenchana" balas Hana sambil tersenyum

"Mianhae. Keponakanku pasti tidak sengaja"

"Tidak kok. Ini juga tidak sakit "

"Kau sendirian? " tanya cowok tadi

"Hmm"

"Kenalkan aku Eunwoo. Cha Eunwoo" sambil mengulurkan tangan.

"Kang Hana imnida " sahut Hana sambil membalas uluran tangan Eunwoo

Hening

"Kalau begitu aku duluan. Keponakanku ini sangat merepotkan " kata Eunwoo

Hana terkekeh lalu mengangguk. Lalu Hana memilih untuk duduk dibangku taman sambil memakan es krim yang ia beli tadi.

Beban yang ada di otaknya sedikit berkurang. Tiba tiba wanita paruh baya duduk disampingnya lalu menepuk pundaknya pelan.

Hana menoleh. Menemukan sosok yang ia selalu rindui setiap malam. Ibunya. Ya itu ibunya Hana

"Oem-oemma? " tanya Hana memastikan

"Cuaca disini dingin. Kenapa kau keluar? " tanya ibu Hana lembut

Hana tak bisa menyembunyikan senyum dari bibirnya. Detik berikutnya, ia memeluk ibunya

"Bogoshipo " lirih Hana

"Ahh. Anakku rupanya merindukanku"

Hana melepas pelukannya.

"Kenapa oemma ada di sini? " tanya Hana

"Oemma dengar kamu tinggal di apartemen sendirian? Jinjja? "

Hana ragu untuk menjawab. Akhirnya ia mengangguk pelan.

"Wae? Kenapa tidak tinggal dulu dengan oemma? "

"Oemma pasti tahu alasannya"

"Baiklah, oemma akan menemanimu malam ini. Kajja pulang " ajak oemma

"Jinjja? " tanya Hana dengan mata yang berbinar

Ibunya hanya mengangguk. Lalu mereka kembali ke apartemen yang di tempati Hana.

🍁🍁🍁

Saat tengah malam, Hana terbangun. Ia mendengar ada suara seperti perdebatan. Lalu ia memutuskan untuk mencari dari mana sumber suara itu berasal

"Appa?! "


Holla. Ini ff pertama aku. Gaje? Jelas banget. Masih pemula juga. So jangan lupa ninggalin vote dan komennya biar aing tambah semangat buat ngelanjutin ni ff yang gajenya massyaallah ini:v

Pacarnya Jungkook

You Are || OSH Stories to obsess over. Discover now