aku dia dan selamanya

18 0 0
                                        

*Prolog

~Aku dan semuanya~
***
Perkenalkan namaku acid(ini nama tenarku saat itu),Aku lahir di Bandung Bulan Agustus 2003. Saat ini statusku adalah pelajar dan aku sekolah di SMAN 4 Pondok Ranji Kota Tanggerang Selatan. Kenalin keluargaku yang amat freak,seru,dan random, aku punya 1 abang namanya bangcil(nama tenar abangku) dan aku punya 2 adek, yang cowo namanya kikoy dan yang cewek aku beri dia nama special dia adalah Princess lia adekku yang paling cantik setelah bundaku . Tiada hari canda tawa ketika keluargaku berkumpul serasa dunia milik keluargaku. Aku lebih dekat dengan bundaku ketimbang ayahku, bundaku orangnya lemah lembut,bijaksana,seru,pintar,cantik,sering main mobile legend tentunya. Bundaku itu gamers girl sejati dia merelakan melupakan anak"nya demi push rank ke mythic, entah setan apa yang merasukinya. Ketika Raja Api datang dari Aceh ke rumahku terjadilah terbakarnya suasana. Entah mengapa tiada hari ketika Raja Api dirumahku suasana ingin tinggal di rumah itu tak pernah kunjung datang. Hari - Hari ada saja masalah yang dia utarakan kepadaku entah itu kecil sampai besar.

3 Bulan Liburan Ujian Nasional pun telah usai,hari ini adalah hari yang kutunggu-tunggu dimana aku memakai celana berwarna abu-abu,baju putih dengan lambang osis berwarna coklat, dasi berwarna abu-abu berlambang SMAN 4 dan memakai topi yang berwarna abu-abu dengan bordir SMAN 4 KOTA Tanggerang Selatan. Tiba hari pertama sebelum aku memakai seragam yang aku dambakan itu, saat itu aku masih memakai seragam asal sekolah ku yang sudahku rombak entah bentuk celanaku yang seperti pencil,baju putihku yang kucel seperti seragam yang tak pernah terawat. Hari pertama Dimana aku melaksanakan tes penempatan kelas untuk memilih jurusan IPA atau IPS. Tes Penempatan dilaksanakan dari jam 8 sampai jam 9, aku hanya diberi waktu 1 jam untuk mengerjakan sedangkan satu hari sebelum itu aku begadang hingga waktu menunjukan pukul 3 pagi sedangkan diriku harus bangun tepat pada pukul 7.30, entah mengapa diriku bangun lebih 1 jam dari yang aku perkirakan yaitu 8.30 (wew) akupun sangat terkejut. Tanpa pikir panjang aku langsung ambil seragam dan sepatuku Converse black tidak lupa dengan celana yang berstyle pencil berwarna biru itu, dengan catatan rekor dalam hidupku hanya 2 menit. Aku tak menyempatkan sarapan sedikitpun aku pun tak mandi sedikitpun hanya memakai parfum yang ku semprotkan ke seragam ku entah berapa kali semprotan yang aku semprotkan ke seragam ku. Waktu menunjukan pukul 8.34, aku semakin panik saja dan aku menyempatkan melihat diriku ke kaca sangat kaget karena diriku yang kucel, rambut gondrong,kantong mata hitam, mata sayu, dan aku tak lupa menyisir rambutku yang tak bisa di atur ini seperti para jerami yang berkumpul tak beraturan. Aku bergegas mengambil kunci motor,kunyalakan motorku dan kutancap gas dengan semaksimal mungkin untuk mengejar waktu ini. Aku tiba tepat pada pukul 8.40, aku berlari sekencang mungkin ke ruang lab komputer.Tiba depan pintu ruangan dan aku bertempat di ruangan 8. Tanpa ada rasa gugup,takut, dan malu langsung saja aku buka pintu ruangan dan pertama kali aku kenal guru killer yang aku kira dia adalah guru BK.
Sebut saja ia pak usman dan pak afan.

"Maaf pak saya telat, apakah saya masih bisa ikut tes?" Kata aku

"Yaudah² cepat tuh disana(sambil menunjuk meja komputer yang kosong)" kata pak usman

"Tapi kamu harus selsai 20 menit ya, lebih dari itu tersubmit sendiri." Cetus pak afan

Jawab aku cuma (angguk) sambil berjalan ke meja yang kosong itu. Tiba di meja komputer aku baru nyalain komputer tiba² pak usman datang membawa kertas.

"Cari nama kamu,Tanda tangan dulu bukti kalau kamu mengikuti tes ini." Kata pak usman

"Siap pak." Kata aku

"Kamu dari mana?" Pak usman nanya

"Dari rumah pak." Jawab aku dengan pedenya dan tegas

"Bukan, maksud bapak kamu asal sekolahnya dari mana?"

" Ooh, Jakarta pak." Otakku yang menyalurkan ke mulutku

"Iya jakartanya itu sekolah dimana kan banyak sekolah jakarta." Kata pak usman masih level marah tingkat 1

"Harapan Ibu pak " jawab aku

"Harapan Ibu??, Dimananya tuh?"

"Jakarta Selatan, Daerah Pondok pinang jl. Deplu raya deket tanjakan Deplu, deket lampu merah Deplu/lampu merah pondok pinang,sebrang pondok pinang centre yang ada papa Ron'z, yang belakang sekolah ada jalan namanya tanah ara, deket sekolahan BM 400 yang SD." Jawab aku dengan penuh energic."

"Hemm, ouuh iya iya tau" kata pak usman

Lebih baik tadi aku gausah kasih alamat lengkap kalau dia hanya menjawab ouh dan iya, aku yakin dia hanya pura" tau lekas dari ini pasti dia akan mencari di google maps.

"Nanti kalau sudah masuk sman 4 kamu harus potong rambut sama dilepas ya gelangnya,baju juga rapih pakai gesper dimasukin." Cetus dengan tegas pak usman

"Sekarang lepas gelangnya." Kata pak usman dengan nada lumayan keras dalam ruangan yang hening itu

Tak ada 10 menit untuk mengerjakan soal dan hanya membutuhkan waktu 5 menit, karena mata dan otak ini hanya ingin cepat-cepat beristirahat. Akhirnya pun aku selesai mengerjakan tes tersebut, sembari aku melangkah kaki aku untuk keluar ruangan, aku terkejut! melihat teman lamaku waktu SD. Ternyata dia ikut tes juga dan satu ruangan denganku, nama dia adalah Venecia Amanda perempuan cantik,tinggi,pintar,galak, dan cuek.

"Lah ve lu disini?" Kata aku lekas ia keluar ruangan itu

"Iya,lah lu ngapain?" Kata ve

"Gua juga mau masuk sini sih, gegara zonasi sih sial beut asliw kalo kaga mah gua udah daftar KR" cetus aku

"KR tuh 29 kan?" Kata dia

"Iya 29 Jakarta" kata aku

"Lah bukanya namanya Reduskra ya?kata dia lagi

" Iya reduskra itu ya KR" kata aku

"Pasti lu masuk situ cuma ngincer ributnya kan?" Kata ve

"Kaga gila, gua nyari masa masa SMAnya" kata aku

"Heleh gua kan tau lu cit, gada bedanya lu mah dari SD" kata ve

"Hahaha, lu mau balik bareng gua ga? Deket gini si gua juga bawa motor" kata aku menawarkan sedikit

"Kaga cit gua dijemput ama mba gua, tuh udah nungguin gua duluan ya" kata dia dengan cuek kembali

"Oke ve tiati" kata aku

Venecia Amanda. Dulu ketika aku SD kelas 4 aku pernah melibatkan perasaan aku dengan dia. Dan aku hanya sebagai pengaggum dia, dulu ketika itu aku tidak tahu apa arti sebenarnya dari cinta itu. Yang hanya aku ketahui saat itu adalah aku kagum kepada dia dan aku hanya menyimpan rasa suka tidak cukup lebih dari itu. Dulu aku tidak mengerti apa itu pacar pacaran yang hanya aku ketahui bahwa aku suka dia cukup dari itu tidak hanya yang lain.

***

Aku Dia Dan SelamanyaStories to obsess over. Discover now