Daun itu meluruh ditelan air bumi,
Namun, tak satupun mata yang memberi-nya empati,
Sungguh ironi,
Sekali terjerembab ia langsung disergap,
Sekali dipantik ia langsung terbakar,
Dilahirkan di bumi untuk menghidupi,
Juga meregang nyawa di bumi hanya karna sudah tak berfungsi,
Apa dunia selalu begini?
Membiarkan yang baik-baik tersakiti..
Apa dunia selalu saja begini?
Sebatas memandang sunyi tanpa mau menerangi isi bumi..
Seharusnya mimpi-mimpi ini tak perlu kau jeruji besi,
Seharusnya angan-angan ini tak usah kau kubur bersama api,
Kami manusia tahu diri,
Jika bumi akan mati,
Maka kami juga akan mati,
Bulan lalu, kami janjikan puisi,
Tapi apa yang kita manusia dapati?
Kau malah hanyutkan kami tanpa arti..
Kau memang penguasa atas isi bumi,
Kau memang pemegang tirani di jagat raya ini,
Tapi kita ini relasi..
Bagian dari yang terpenting di muka bumi..
//ditulisdibawahlangitkelabu
KAMU SEDANG MEMBACA
Tirani Semesta
PoetryPada Januari yang memberiku tawa, Pada tawa yang memberiku asa, Pada asa untukku memulai segalanya, Aku tak pernah menyesal pada duka yang telah diberi-Nya, Juga elegi yang selalu berkabung tapi tetap kujadikan pijakan sebagai penerang jalan pulang...
