Ini sudah menjadi hukum alam. Mutlak. Tidak ada satupun makhluk hidup yang bisa ingkar darinya.
Tidak apa-apa. Sekarang ataupun nanti, kematian akan datang menghampiri. Memang datangnya tiba-tiba tanpa persiapan. Ya itu agar kau sadar dan menggunakan waktu yang singkat ini dengan baik agar tidak menyesal di kemudian hari.
Halo Ibu, kau pasti menyapaku dari surga. Bagaimana rasanya sudah tidak merasakan sakit lagi? Kau pasti bahagia. Tidak harus mengkonsumsi banyak obat-obatan seperti biasanya. Kau hebat bu, mampu melewati segalanya. Semoga rasa sakitmu dulu menjadi penghapus dosa-dosamu. ALLAH membawamu kembali. Kau harus damai di sana.
Aku berjanji hanya akan menangis untuk hari ini saja. Kesedihanku hanya berlaku sekarang saja. Lagipula disana kau pasti sudah berjumpa dengan ayah kandungku. Bagaimana kabarnya?
Bu, aku berulangkali menguatkan hatiku. Tidak apa-apa. Tapi ini terlalu tiba-tiba. Aku yang selalu menghindari berbincang ditelepon denganmu karena takut hari ini tiba, sekarang malah merasakan rasa bersalah yang amat dalam.
Bu, aku minta maaf. Belum menjadi anak yang baik. Sejujurnya kau mendidikku dengan baik namun aku justru tumbuh menjadi anak yang keras. Tapi ini bukan salahmu, tenang saja.
Bu, kau bilang ingin melihatku menikah. Menggendong keempat anakku seperti yang kau inginkan. Nanti jika aku menikah kau akan melihatku kan? Jika aku punya anak, kau akan melihatnya kan? Walau dari sana. Tempat yang aku tidak tahu.
Bu, aku selalu berdoa agar ALLAH menjemputku sehari sebelum kau. Tapi aku hanya hamba. Aku tak berdaya.
Ibu aku minta maaf. Beribu maaf. Dihari tuamu, dihari kesulitanmu aku justru tidak ada disampingmu. Dan Terima kasih sudah membesarkanku dengan cinta. Aku mencintaimu sebagai wanita yang paling berharga dalam hidupku.
Ibu, bisakah aku berharap ini hanya sekedar April mop? Karena aku tidak melihatmu. Jadi bisakah ketika pulang nanti kau sedang menungguku dirumah kemudian aku memelukmu. Aku rindu memotong kukumu. Memangku kakimu dipahaku. Ibu aku bohong jika aku bilang tidak apa-apa. Ibu aku menyesal kenapa tidak kugunakan waktu yang singkat itu dengan baik seperti kataku diatas. Kenapa tak kugunakan jarak ini sebagai alasan sering menelponmu. Ibu aku rindu.
