Malam pertama ini cuaca sedang dingin,rasa dingin itu bisa dirasakan sampai ketulang-tulang.
di sebuah rumah yang bisa disebut mewah itu terdapat suami istri yang 'kelihatannya' sedang berbincang dalam heningnya malam yang dingin itu.
"Jeno-ya, kumohon tetaplah bersamaku, hanya untuk malam ini saja"
pinta Jaemin lembut sambil memegang tangan Jeno dan memohon kepadanya agar tidak keluar dari pintu rumah mereka.
"DIAMLAH!" bentak Jeno kepada Jaemin.
"Aku harus pergi ke rumah Renjun. Dia yang lebih pantas untukku!"
Jeno menghentakan tangan Jaemin dengan kasar dan mendorongnya.
Jaemin terjatuh ke belakang dan tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Jaemin yang terjatuh di lantai hanya bisa melihat Jeno yang berjalan semakin menjauh dan menjauh dari penglihatannya.
"Kenapa aku harus menjadi istrimu? Aku seorang istri yang kau nikahi dan kau cintai, Tapi kenapa kau bilang perasaanmu berubah? Kenapa kau permainkan perasaan ku?"
Ucap Jaemin dalam tangisannya.
"Hiks... tinggal 5 hari lagi Jaemin... tinggal 5 hari lagi... kau harus bersabar... dan memberikan yang terbaik untuk suamimu"
Jaemin berdiri dari duduknya dan berjalan sambil menangis -yang kini sudah mereda- menuju kamarnya yang berada di lantai 2 rumahnya.
Setelah sampai di kamar, Jaemin langsung merebahkan tubuhnya yang sangat lelah itu. Tak lama Jaemin pun tertidur dengan pulas.
~~~
Mau dilanjut? apa berhentiaja?
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.