Hari ke tiga dari tiga ratus enam puluh enam hari yang akan datang di tahun ini. Tahun berakhirnya belasan umurku. Di tengah malam menjelang esok, kantuk seakan enggan datang. Samar cerita kita yang belum sempat dimulai kembali mengelilingi rasi bintang malam ini. Mengingat kembali seberapa pedihnya satu semester lalu. Aku yang kini sudah bangkit, bukan sengaja untuk mengungkit. Tanya penasaran belum mau pulang. Padahal sudah jelas, kamu ternyata hanya lewat seperti pesawat di atas rumah. Masih ingatkah kamu?
YOU ARE READING
Pena-mu
Teen FictionSebuah pena lama yang hidup karena kamu. Sebuah patah hati terbaik dibalik bilik. Semoga kamu melirik.
