Pantulan wajah cantik perempuan berjilbab biru itu terlihat di cermin. Polesan make-up yg natural membuat wajah putih bersihnya cantik menawan. Setelah selesai, perempuan itu menenteng tas yg biasa di pakai saat pergi ke ponpes. Senyumnya tercetak jelas ketika melihat ke 2 orang tuanya sedang bercengkerama di meja makan.
Dia adalah Anisa Ulfah seorang perempuan yg biasa di sapa Nisa, siswa kelas XII yg kini tengah menginjak semester 1. Kecintaannya pada agama membuat Nisa menjatuhkan pilihan pada pada pesantren tersebut untuk menimbah ilmu dari pada harus ikut temannya yg lain bersekolah d sekolah favorit yg minim soal agamanya.
"Assalamu'alaikum, pagi abi & umi"
"Wa'alaikumussalam, nis"
Jawab mereka berdua berbarengan
Nisa mengambil tempat di hadapan sang umi. Umi Leha uminya Nisa pun mengambil sepoting roti lalu mengoleskan selai kacang di atasnya pandangannya beradu dengan umi yg diam-diam memperhatikan dirinya.
"Ada apa umi???" Tanya Nisa
"Nggak Nis, nggak ada apa-apa" jawab sang umi.
Nisa mengangguk saja tanpa curiga dengan gerak-gerik ke 2 orang tuanya itu sementara di sisi lainnya tertangkap oleh Nisa. Ke 2 orang tuanya Abi Rusli & Umi Leha kembali memerhatikan putri bungsu mereka lalu ke 2 nya saling mihat & menganggukkan kepala sambil tersenyum. Selesai makan Nisa pun pergi ke ponpes.
Siang hari di pusat kota yg sangat terik beberapa kendaraan umum maupun pribadi berlalu lalang memenuhi ramainya jalanan.
YOU ARE READING
CALON IMAM
Teen FictionDia adalah Anisa Ulfah seorang gadis yang berkulit putih anak dari ustadz rusli & ustadzah leha yang kini tengah menempuh pendidikan salah satu ponpes yang mana ponpes tersebut milik ayahnya sendiri... Bagaimana kisah selanjutnya akan kah Anisa men...
