Rumah mu

0 0 0
                                        

Sungguh, aku rela jadi tempat bagimu untuk melebur hancur, menjadi tempat persinggahan sampingan buat hati kecilmu yang tersakiti oleh dia. Menjadi tempat rekreasi untuk menghilangkan gundah lantaran pasanganmu sedang hilang. Aku pun rela hati ini harus tersakiti di tiap abjad huruf di ruang obrolan ini, tidak apa, asal aku berbicara denganmu aku akan perlahan pulih.

Takdir ini jikalau memang berkata tidakpun tiada masalah, meskipun aku hanya bermain peran dalam hidupmu sebagai sesuatu yang tidak berarti, aku akan sepenuh hati. Kau boleh datang kepada pintu kecil relung hati ini jikalau kau merasa hari terlalu berat, kau boleh untuk meminjam pundak ini, kau tidak perlu khawatir karena kedua telingaku akan selalu ada untukmu.

Jikalau memang kau hanya ingin membagi rasa sedih bersamaku, aku tiada masalah sama sekali. Meskipun dalam tiap waktu bersama kita hanya berceritakan rasa pilu, setidaknya aku yang biru ini bersama denganmu akan menjadi ungu. Aku rela untuk melebarkan konstelasi lengan ini untuk memeluk jiwa dan ragamu jikalau kau merasa jatuh, merasa insecure, merasa hancur.

Aku hanya ingin kau ingat, bahwa rumah kecil yang reyot ini selalu membukakan pintunya kapanpun. Aku hanya ingin kau ingat, bahwa payung hitam ini selalu ada melindungimu di kala hujan. Aku hanya ingin kau ingat, bahwa lukisan kanvas ini selalu sedia untuk kau lukis dengan kesedihanmu. Aku hanya ingin kau ingat, bahwa lampu jalanan ini selalu ada untuk menemani malam-malam yang sepimu.

Aku hanya ingin kau ingat, bahwasanya aku mencintaimu bagaimanapun keadaanmu.

Aku hanya ingin berharap, kau sadar bahwa aku selalu di sini.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jan 11, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

untuk seseorang berinisial OStories to obsess over. Discover now