Assalamualaikum! Hai semuanya, seperti biasa tentu saja aku harus memperkenalkan diriku dulu biar kita juga akrab. Namaku adalah Dina Listina, saat ini aku sudah berumur 15 tahun dan sedang menginjak kelas 1 di SMK Nusantara 2 di Bogor. Sebenarnya aku tidak mau masuk ke sekolah ini, karena ada banyak berita mengerikan tentang sekolah ini mulai dari sering tawuran hingga gedung C yang serem nya ngga main!. Tapi ya... mau gimana lagi? Orang tua ku yang memaksaku masuk ke sekolah ini dengan alasan dekat dengan rumahku dan transportasi yang mudah juga. Sudahlah ku sudah tidak mau membahas itu lagi, karena penyesalan itu memang tidak ada gunanya. Aku disini ditemani dengan 2 teman baikku sejak SMP yaitu Fita dan Wini. Rafita Adinda atau yang sering kusapa 'Fita' adalah sahabat lama ku semenjak kami menjadi teman sebangku saat MPLS dulu. Fita itu mukanya cantik banget, kulitnya putih, orangnya lucu, dan tidak terlalu tinggi (Alias pendek) tapis elain itu dia juga pendengar yang baik disaat aku butuh seseorang untuk curhat. Yang kedua, Wini Ananta atau panggilannya cukup 'Wini' adalah sahabat dekatku semenjak kelas 2 SMP karena kita bergabung OSIS waktu itu. Wini juga memiliki paras yang cantik, kulitnya sawo matang, sifatnya sih cukup serius kalo disekolah tapi kalo diluar bisa jadi orang gila seketika, dan tingginya pokoknya melebihiku deh (Tinggiku 168 cm). Nah segitu aja perkenalannya karena aku sudah terlambat untuk sekolah dan sekarang sudah jam 6.50!
BAGIAN I : EKSTRAKURIKULER?
Kulihat jam dinding yang menunjukan jam 6.59 saat aku sedang berlari dari seberang sekolahku, dan sebuah keajaiban baru saja mendatangiku karena aku berhasil masuk tepat sebelum guru menutup gerbangnya. Jangan tanyakan aku 'mengapa kamu telat?' karena ini semua ulah Fita yang terus saja memaksaku untuk meminjakamkannya buku tulis Matematika karena miliknya hilang dan aku harus menghadapi omelan-omelannya dari Smartphoneku tadi malam. Saat aku memasuki kelas semua orang sudah sibuk membicarakan tentang guru yang akan menjadi wali kelas kami sebentar lagi.
Fita : Dateng juga lu, mana ih buku tulisnya?
Dina : Iyaiya bentar, nih... Lagian elumah padahal kita baru belajar 1 minggu udah ngilangin buku aja
Fita : Namanya juga musibah, emang lu ngga kasian sama gue? Sahabat lu semenjak SMP? Sahabat curhat lu? Sahabat yang menemani lu kemanapun lu pergi? Yakin nihh ngga kasian?
Dina : Udahh ah, mau nyalin materi aja banyak basa basi nya. Buruan nanti gurunyakeburu dateng tuh
Belum 5 menit setelah aku mengatakan itu dan guru nya sudah datang. Ternyata guru inilah yang menjadi wali kelas kami, namanya adalah Pak Didik seorang guru olahraga yang umurnya sekitar 40-an. Sebenarnya masih ada hal yang menyangkut dipikiranku saat ini, kemarin kami semua dibagikan kertas selembaran untuk kami menentukan ekstrakurikuler apa yang akan kami pilih. Aku pribadi sangat ingin mengikuti ekstrakurikuler tapi sayangnya semenjak SMP aku terkena Asma dan sakit karena terlalu lelah di sekolah aku mulai dilarang untuk terlalu aktif disekolah. Walaupun begitu, aku tetap mengumpulkan selembaran itu dengan mengikuti 1 ekskul yang menurutku tidak terlalu 'melelahkan'.
Bel pulang sekolah berbunyi, dan saat ini banyak siswa/I yang memulai kegiatan ekstrkurikulernya masing-masing. Saat aku sedang menuju ruangan komputer, sudah terlihat banyak orang yang beramai-ramai memasuki ruangan itu untuk bergabung kulb komputer, sayangnya aku tidak ditemani dengan Fita maupun Wini karena mereka sudah mengikuti klub kesenian. Sejujurnya aku benci dengan keramaian, karena aku termasuk orang yang tidak terlalu suka bersosialisasi dengan lingkungan baru. Didalam kami semua dipisah dulu menjadi 2 yaitu Laki-laki dan Perempuan, dan kami diberi beberapa pilihan divisi bagian apa yang kami minati. Karena bingung aku mengikuti apa yang ditulis oleh orang disebelahku yaitu 'Animasi' padahal aku sendiri tidak mengerti sedikitpun bidang itu. Kami semuapun dibagi lagi sesuai divisi masing-masing dan tebak... Divisi Animasi ternyata hanya ada 3 orang!
YOU ARE READING
My First Time!
Romance"My First Time!" menawarkan cerita nyata kehidupan seorang perempuan bernama Dina Listina yang bersekolah di salah satu SMK di Bogor. Ia adalah seseorang yang sangat menurut dengan orang tuanya. Hingga SMK, dia belum pernah merasakan menyukai seseor...
