Untuk kamu yang ingin menilai buruk diri ini, ku harap tahanlah egomu sebentar. Ketahuilah, apa yang kau tahu hanyalah sebagian kecil dari lingkaran besar kenyataan yang sebenarnya ada.
Semoga semua persepsimu berubah setelah mengetahuinya.
Ini hanyalah sepenggal cerita tentangku, yang tidak kalian ketahui. Ku harap berhentilah berpersepsi buruk mengenai ini, sebelum kalian mengetahui rahasia yang sebenarnya.
----
Semua berawal dari "Teman"
Aku mengenal dirimu dan dirinya, berawal dari sosok "teman" dalam kisah pertemanan. Aku sadar, sebelumnya aku hanyalah orang asing yang mengenalmu lewat sosok "teman".
Kita tak pernah terlibat bersama dalam kegiatan dan aktivitas apapun. Hanya saja, dari teman dan kisah pertemananlah, akhirnya kita mengenal satu sama lain, walau pada akhirnya tak bisa untuk berbagi suka-duka layaknya seorang saudara.
Tapi, tak dapat kita dustai.
Kita memang (pernah) berteman kan ?
Untuk rasa yang tumbuh seiring waktu, maafkanlah. Ini bukan salahku apalagi keinginanku.
Maafkan jika didalam pertemanan ini, harus ada yang terluka. Entah aku, kamu, bahkan dia.
Aku tak pernah menginginkan cinta tumbuh di dalam hatinya. Apalagi cinta itu hadir dan tertuju untukku. Tetapi, siapakah yang mampu menandingi takdir yang telah di tuliskan, di dunia ini ?
Sebisa dan semampuku untuk menjauh.
Tapi tidak berpengaruh untuk rasa yang telah tumbuh di hatinya. Lantas, aku harus bagaimana ? Melarang dan menghakiminya atas apa yang dia rasakan untukku ?
Bukankah itu keegoisan yang tertinggi ?
Aku tahu dia milikmu. Sejak sebelum rasa itu hadir untukku.
Aku sedari dulu tahu dia milikmu. Dan sedari dulu pula, aku tidak berpikir untuk mengambilnya dari hidupmu. Jangankan 'tuk berpikir. Berniat pun tak pernah.
Apakah baik jika seorang teman merampas hak dan milik temannya sendiri ?
aku pun tidak demikian. Aku tahu dia milikmu. Ku akui secara sadar. Dia milikmu. Tanpa terurai dari bibirmu pun, aku sudah tahu dia milikmu.
Dia menyimpan rasa atas kemauannya sendiri. Bukan keinginanku atau karena kau membosankan. Ku mohon, janganlah beranggapan buruk tentang kisah ini.
Aku tidak pernah memintanya untuk menghadirkan rasa sayang bahkan cinta sekalipun kepadaku dalam pertemanan ini. Aku pun tak menyangka, diriku yang penuh dengan kekurangan dan keterbatasan ini, mampu menumbuhkan rasa yang tak biasa di dalam hatinya.
Ku harap kau tak salah mengerti akan kisah ini.
Awalnya aku pun tak tahu dia menyimpan rasa. Lewat perhatian bahkan sapaannya pun, ternyata sudah menunjukkan itu semua. Hanya saja, aku terlambat menyadarinya. Sehingga aku pun terlambat untuk mengakhiri semuanya.
Ku mohon, percayalah. Maafkan aku.
Untukmu yang pernah bersamanya, maafkan jika dia harus pergi.
Maafkanlah jika dia harus pergi. Mungkin pikirmu, dia pergi karena aku. Ini semua tidak benar ! Ku pertegaskan sekali lagi, ini tidak benar. Dia pergi karena memang sudah saatnya dia pergi dan karena kisah kalian tidak dapat dilanjutkan lagi karena keegoisan kalian berdua atau bahkan sesuatu yang tidak dapat di selesaikan lagi (katanya).
Aku hanyalah orang selanjutnya yang dia tuju karena kisahmu dengannya telah berakhir.
Jika hubunganmu dengannya tak berakhir dengan baik, selesaikanlah. Bukan malah menyalahkanku.
Ketahuilah. Aku selalu membicarakan dirimu kepadanya. Tentang masalah dan juga hubungan kalian (dulu). Jika memang hubunganmu tak berakhir baik, ku sediakan ruang dan waktu untukmu dengannya berdiskusi. Bicarakanlah apa saja yang ingin kau bicarakan. Kepadaku atau kepadanya. Selesaikanlah.
Aku tak mengapa. Jangan terlalu gengsi. Tidak semua orang sama di dunia ini. Mungkin pikirmu aku akan memarahimu atau bahkan menertawakanmu. Ku harap kau mengerti. Aku perempuan, kamu perempuan. Kita perempuan. Lantas ada hal fisik apalagi yang berbeda diantara kita ? Kita sama-sama punya hati.
Tapi ku harap, jangan kau mohon dia untuk kembali lagi. Bukan karena aku egois atau menentang takdir. Hanya saja, hal itu sudah pernah aku lakukan sebelum hubungan ini berjalan jauh. Dan percuma ! Bukannya aku ingin melukai hatimu. Hanya saja, aku tak mau kau terluka lagi.
Untuk mereka yang mengatakan tentangku untuk membentuk persepsi burukmu.
Percayalah kepada mereka. Itu maumu bukan ? Karena kau anggap aku adalah orang yang merebut milikmu dan mengambil apa yang bukan milikku. Sehingga, apapun yang aku katakan tidak kau percayai, sekalipun kebenaran.
Bukankah begitu ?
Mereka tidak tahu apapun tentang aku dan dia. Mereka hanya tahu sebatas apa yang mereka lihat tanpa menguji kebenarannya. Apakah itu cara berpikirmu juga ?
Hal ini sudah aku katakan kepadamu, jauh sebelum kau berpisah dengannya. Hanya saja, persepsi burukmu lebih kuat sehingga mematikan logika.
Untuk kalian diluar sana yang menghakimi tanpa mengetahui kebenaran, ketahuilah ! Kalian luarbiasa.
Karena kalian telah membuat sebuah hubungan hancur dan membentuk sebuah hubungan baru. Terimakasih.
****
Sepertinya banyak yang ingin menghancurkan kisah ku ataupun kisahmu.
Dengan cara halus tak nampak, bahkan dengan cara nyata sekalipun.
B
agiku, ocehan dan cara mereka tidak akan membuahkan hasil apapun, jika kebenaran telah kamu ketahui.
Inilah rahasia yang tak pernah kau dengar dari ocehan mereka.
Sekalipun mereka tahu yang sebenarnya, percayalah mereka tak akan mengatakannya.
Karena mereka pun akan merasa tidak puas ketika rencana mereka untuk menghancurkan kita tidak berhasil.
**Bersambung**
(alin kelbulan)
YOU ARE READING
"Rahasiaku"
Non-FictionKetika semua yang kau ketahui tidak sejalan dengan yang dikatakan sebagai kenyataan. Maka berhentilah menilai buruk tentangku, sebelum kau tahu yang sebenarnya.
