Lost

64 6 0
                                        

Ternyata menyemburkan nafas panjang tidak berarti dapat melegakan sesak yang memenuhi dada. Merutuki kesalahan sebanyak yang kau mau juga tak akan mengubah keadaan sebanyak yang kau harapkan. Ini...tergantung kepadamu. Kau mau berubah? Maka bergeraklah.

Tapi, Sorin tak ingin bergerak bahkan untuk mendongak. Terlalu sakit menyadari bahwa malam terlalu pekat menambah kegelapan yang ia lihat di dalam pikirannya sekarang.

"Dia tidak mencariku, ya?" gumam Sorin.

Hwang Sorin mengamati sekitarnya. Cukup sepi. Dan itu berhasil membuat Sorin menatap langit malam yang gelap guna menahan air asin yang ingin merambat turun secara paksa dari kelopak matanya yang mulai menghitam--memikirkan segala konsekuensinya jika ia terus seperti ini.

"Apa aku harus kembali sekarang?" bisik Sorin. "Tapi dia terlalu melepaskanku. Aku tidak yakin ia akan khawatir jika aku tak pulang. Atau bahkan, kalau aku mati kedinginan disini, mungkin Yungi tak akan memikirkan itu." Sorin tersenyum.

Mengucapkan nama pria itu kadang membuat hati Sorin mencelus hangat, tapi membuatnya merasa tercubit. Tak terlalu sakit, kok. Sorin bisa menahan itu semua.

"Aku akan menunggu! Aku akan menunggu sampai aku tak merasa kehilangan atau kesepian lagi." kata Sorin sambil beranjak dari ayunan yang sedari tadi ia duduki di temani heningnya taman dan suara "kriett" yang dihasilkan oleh ayunan tua ini. "Atau memang seharusnya aku tak merasakan itu. Karna Yungi pun tak akan merasa kesepian dan kehilangan. Aku akan bahagia." dan melangkah pergi meninggalkan taman sepi.

Dan di waktu yang sama, menyusuri trotoar sepanjang pandangan mata yang dapat di tangkap, pria itu menghela nafas menyerah. Mengggaruk kepala kasar, merasa frustasi.

"Kemana aku harus mencarimu lagi? Kemana kau pergi?!" bisik pria itu. Terpukul dan kesepian.

Netranya sehitam danau di malam hari. Wajahnya pucat, dan terlihat tak terurus.

Min Yungi memalingkan wajah kesekitar. Berusaha mencari secercah harapan yang akan membuatnya tersenyum lebar lagi.

"Kau tidak merindukanku, ya? Tidak kasihan kalau aku seperti ini? Kenapa malah pergi ketika aku sudah benar-benar bahagia?" gumam Yungi lagi sambil melangkah mendekat kearah taman yang berada dihadapannya.

Berjalan kearah ayunan yang sedang bergerak pelan, lalu mendudukinya lemah. "Kemana lagi aku harus mencari? Katakan. Katakan padaku kemana kau pergi, Hwang Sorin!" Yungi menunduk.

Ia meraba rantai yang tergantung guna menahan kayu sebagai tempat duduk ayunan itu. "Hangat." kata Yungi. "Sepertinya seseorang juga sedang merasa kesepian sepertiku. Sepertinya seseorang juga sedang merasa kehilangan sama sepertiku." bisik Yungi.

Yungi mendongak menatap sekeliling. Taman sepi dan gelap. Lalu mendongak melihat langit gelap. "Kuharap kau tak memikirkan jika aku tak mencarimu. Aku hampir gila menyusuri setiap sudut kota." kata Yungi sambil menatap gugusan bintang kecil dan bersinar di langit hitam.

"Aku berjanji akan membawamu pulang lagi. Bersamaku. Menemani malamku seperti biasa. Kau akan kembali." kata Yungi dengan secercah harapan. Yungi menyunggingkan senyum pahit yang menyayat hati.

Melangkah maju beberapa langkah, dan menoleh keayunan sebelum benar-benar pergi. "Kita akan segera bertemu."

"

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Getting BoredWhere stories live. Discover now