01

10.9K 626 35
                                        

Di cerita ini umur anak anak dreamis bakal di setting. Sesuai dengan kebutuhan cerita.

Beberapa cerita ada yang sesuai dengan keadaan tapi selebihnya asli buatan saya.

Renjun : 22
Heachan: 22
Jeno : 22
Jaemin : 22
Chenle : 21
Jisung : 20

***

  Pagi ini dorm Nct Dream's cukup damai sebelum seorang pemuda manis merecoki tidur merek dengan berteriak sambil membawa alat dapur ke tengah ruangan dan membunyikan dengan sangat keras. Orang orang yang sedang tidur nyenyak pun langsung keluar dari kamar mereka.

"Kalian semua bangun lalu turun dan sarapan-!" Titahnya sambil berkacak pinggang.

"Hyung bisakah kau membangunkan kami dengan cara yang lebih normal" ujar yang termuda merasa sebal dengan hyung nya ini.

"Itu sudah cara yang paling normal cepat turun!, atau aku tak akan memasak lagi-!" Ucap dan berlalu kembali menuju dapur.

  Akhirnya semua member turun setelah membersihkan diri, mereka harus cepat turun sebelum Ibu Negara marah besar.

"Selamat pagi gege, gege masak apa-?" ujar Chenle menyapa gege kesayangan nya itu lalu mencium pipi gege nya itu.

"Pagi juga Chenle, gege masak nasi goreng kimchi, duduklah dan tunggu yang lain".

  Tak lama yang lain pun datang dan langsung duduk di kursi masing masing.

"Jaemin-ah, kau jangan dulu minum kopimu itu, sarapan dulu setelahnya kau bisa meminum kopimu" tegur Renjun saat melihat Jaemin akan meminum kopinya.

"Baik ibu negara"

"Hey, aku ini bukan ibu negara, aku ini laki laki-!" Ujarnya dengan marah.

"Lalu apa?...masa Bapak negara, kau itu cantik Renjunie, jadi lebih baik jadi Ibu negara dan aku Bapak negara hahaha" ujar nya dan diakhiri dengan tawanya yang khas.

"Jeamin apa kau belum pernah merasakan pitinganku hah-!"

"Argh-!...ampun sayang ampun, aku tak akan melakukan nya lagi" ujarnya sambil mengangkat tangan, lalu mencium pipi Renjun.

"Yak-!"

"Hehehe, ampuni aku"

  Para member sudah terbiasa melihat ini, mereka juga sudah terbiasa melakukan nya seperti memeluk atau pun sekedar mencium pipi hyung nya, itu sudah seperti kegiatan rutin mereka.

"Hah...Chenle, Jisung jam berapa kalian akan berangkat ke dorm hyung 127?, dan Jeno sebentar lagi kau akan berangkat, ada jadwal bukan-?" Ujar Renjun menanyai satu persatu adiknya.

"Sebentar lagi kami berdua akan berangkat ke dorm hyung 127, Jeno hyung juga akan berangkat bersama kami" ujar Chenle.

"Ya sudah, habiskan sarapan "

"Oh iya, setelah jadwal ini aku berenacana akan tidur di rumah, besok aku tidak ada jadwal, dan beberapa hari kedepan, tak apa kan Renjunie" ujar Jeno.

"Tak apa, bersenang senanglah, jadi aku akan sendirian di dorm ini" ujar Renjun dengan lesu.

"Hey kau melupakanku-!, hari ini aku ada jadwal mungkin hanya sampai jam 8 atau 9 malam, aku akan berusaha pulang lebih cepat" ujar Jaemin.

"Hem...baiklah, cepatlah, kalian sudah ada yang menjemput"

"Baik Renjunie kami berangkat, hati hati di rumah" ujar Jeno lalu mencium pipi Renjun, Chenle dan Jisung pun mengikuti apa yang Jeno lakukan.

***

"Hah...ini baru jam 7, Jaemin pulang masih lama, sungguh membosankan"

  Sekarang Renjun di ruang tengah, menunggu Jaemin pulang sambil menonton kartun kesukaan nya Moomin.

  Tak lama pintu dorm terbuka, Renjun bergegas beranjak dan melihat siapa yang membuka pintu.

"Jaemin-!"

   Renjun langsung berlari dan memeluk Jaemin yang baru selesai membuka sepatu.

"Hai sayang, menunggu ku pulang?"  Ucap Jaemin sambil membalas pelukan Renjun dan menciumi pucuk kepala Renjun.

  Renjun yang ditanyai menganggukan kepalanya dan merasa senang Jaemin akhirnya pulang, juga ia sungguh senang di perlakukan sangat manis oleh Jaemin, walapun sebenarnya Jaemin selalu manis kepada semua member.

  Renjun senang di perlakukan manis oleh Jaemin karena akhir akhir ini Jaemin sangat sibuk sekali, sampai tak ada waktu untuk nya.

"Kau pulang lebih awal dari yang dikatakan"

"Bukankah sebelumnya aku sudah bilang aku akan berusaha pulang lebih awal, dan harusnya kau senang suami mu ini pulang cepat".

"Hey apanya yang suami, aku ini laki laki-!" Ucapnya sambil merenggut dan melepas pelukan nya pada Jaemin.

  Jaemin tidak peduli dengan itu, ia lebih memilih masuk dan duduk di sofa untuk sekedar melepas rasa lelah, sambil menunggu Renjun duduk di sebelahnya.

"Kau tau, rasanya lelahku hilang saat pulang dan melihat mu menyambutku di rumah, rasanya aku benar benar menjadi seorang suami".

  Ucap Jaemin sambil menghadap Renjun dan mengenggam tangan pemuda manis itu dengan lembut.

  Renjun yang di perlakukan seperti itu sungguh malu, jika dulu rasanya biasa saja, tapi semakin meraka dewasa, perasaan Renjun pun berubah. Tapi Renjun tak ingin berharap lebih, ia takut nantinya.

"Hey Injunie ada apa?...kenapa melamun?...apa ada yang mengganggu pikiran mu?".

  Jaemin merasa khawatir karena saat ia bicara pemuda manis di depan nya ini hanya diam saja.

"Hem...tidak ada, Jaemin-ah..."

"Ya-"

  Jawab Jaemin sambil menunggu apa yang akan dikatan oleh pemuda manis di depan nya ini.

"A-aku...ingin tidur di kamarmu" ucap Renjun pelan sambil menunduk dan memainkan jari jari nya yang di genggam oleh Jaemin.

  Ya Tuhan rasanya Jaemin ingin menerkan pemuda manis di depan nya ini, sungguh ia sangat tak tahan dengan semua ini.

  Chup~

"Ja-jaemin a-apa yang kau la-lakukan?" Ujar Renjun masih terkejut dengan apa yang terjadi.

"Tentu saja mengecup mu, memang apa lagi sayang ku" ujar Jaemin dengan santai nya.

"Kenapa kau mencium ku"

"Itu bukan ciuman sayang, itu hanya kecupan, sekedar men-charge, nanti akan aku tunjukan seperti apa yang namanya ciuman, lebih baik kita ke atas dan istirahat aku akan mandi dulu"

"Ya-"

  Renjun mengikuti Jaemin dan masuk ke kamar itu lalu tidur di kasur Jeno sambil menunggu Jaemin selesai mandi.

***

Tbc...

"YOU'RE MY LIGHT" JaemRen ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang