Di sebuah klub sains Universitas X yang berada di tengah kota, sekelompok mahasiswa masih sibuk dengan penelitiannya walaupun ini sudah hampir tengah malam. Merekapun tidak menyadari waktu berlalu begitu cepat. Sampai tiba-tiba terdengar suara dari pengeras suara yang ada di ruang klub itu. "Test! 1,2,3 Oh berfungsi rupanya. Selamat malam kelinci-kelinciku! Aku telah mengunci semua jalan keluar dan dalam waktu 1 jam akan ada gas yang mengisi ruangan." Ucap suara misterius itu. Sekelompok mahasiswa tadi langsung berhamburan menuju pintu depan dan belakang. Namun hasilnya nihil, jendela pun sudah dikunci dari luar. Semuanya menjadi panik dan mencoba menghancurkan pintu dan jendela yang ada. "Usaha yang sia-sia. Kalian hanya perlu menjawab satu pertanyaan mudah. Apakah bumi itu datar?"
***
by SiThaTa
Aku melakukan kesalahan, hanya karna berdebat aku sampai berkelahi, awalnya hanya adu mulut saja tapi, entah kenapa jadi pertengkaran serius. Aku sakit hati karna dia mengatai aku banyak hal buruk, aku memang bodoh tapi aku tidak percaya kalau bumi ini datar, bagaimana bumi bisa berputar jika bumi itu datar. Aku dan dia sama-sama terluka, dia tergeletak karna aku tanpa sadar memukulnya dengan batu bata, "Dasar mahluk bodoh, sekali bodoh tetap saja bodoh. Mungkin itu adalah warisan dari orang tua mu ya?" aku bisa bersabar saat dia mengataiku bodoh tapi mulutnya itu membawa orang tuaku juga, dia menyulut emosiku dan aku pun hilang kendali. Sudah banyak darah yang keluar dari kepalanya, 'apakah dia akan mati?' batinku, ah aku tidak perduli aku juga sakit rambutku yg dia tarik hingga rontok dan dia juga memukul pipiku, sepertinya memar. Aku pergi dan membiarkan dia yang masih tergeletak, dengan begini mulut kotornya diam dan perdebatan kami pun berakhirkan? aku pun sebenarnya sudah lelah meladeni perdebatan yang menurutku pendapatkulah yang benar, bahwa bumi itu bulat.
