Prolog

51 15 0
                                        

Namaku Safara Nandita Putri, putri sulung dari keluarga yang sangat sederhana. Namun aku bersyukur mereka masih ada di sampingku hingga detik dimana aku menulis kisahku ini.

Kini masa putih biruku telah tenggelam, tertelan detikan waktu yang tak mau terdiam, kini masa indahku menunggu, masa yang di tunggu setiap remaja disetiap penjuru, yah ini kisahku dalam masa putih abu-abu.

Beradaptasi dengan orang baru,  sistem belajar baru,  bahkan kisah cinta yang baru tak sulit bagiku, namun entah karena apa sering terselip rasa yang bahkan hatiku pun tak mengerti.

Di masa ini ada banyak hal indah yang ku alami, namun hal sulit itu pun ikut hadir meski tak ku harapkan. Di masa ini masalah dan kebahagiaan datang silih berganti,  tanpa bisa ku kehendaki.

Namun, aku menganggap semua hanyalah kehendak waktu. Sekarang ku tersenyum bahkan pada detikan berikutnya aku bisa menjadi yang mengalirkan air mata dengan sendu. Ini kehendak waktu, setiap detikan tanpa ada tahu rencana apa yang terlaksana dan rencana apa yang akan membawa kecewa.

Teman yang menjengkelkan, para lawan yang ingin menjatuhkan,  perasaan tak terbalaskan, keluarga yang menghapus senyuman, kisah cinta penuh alasan,  bahkan teman berambisikan lawan. Masalah - masalah ini yang kadang membuatku kewalahan. Akan tetapi aku yakin, jika semua telah terencana oleh Yang Maha Kuasa, ibaratkan dengan sebuah roda, kehidupan pun akan terus berputar, suka dan duka, bangga dan kecewa, semua akan hadir dan pergi meninggalkan jejak kisah.

Tak jarang aku mengeluh, tak jarang pula aku menangis, tapi aku juga sering tertawa dan bergembira. Ini hanya perihal waktu, setiap detik tak ada yang tau, ini kehendak waktu dan aku percaya bahwa semua yang aku alami akan indah pada waktunya.

Ini kisahku yang terukir di masa putih abu-abu

KEHENDAK WAKTUDonde viven las historias. Descúbrelo ahora