The crown of crystal queen

8 2 0
                                        

Suara terjangan ombak yang terpotong lambung kapal pesiar menggelitik telinga. Terpaan angin malam yang dingin membuat tubuh bergetar. Bulan dan bintang sebagai penerang yang tidak akan pernah hilang. Cuaca yang cerah, membuat malam jadi semakin hening. Dimana hanya ada satu kapal persiar yang penuh dengan penumpang. Walaupun banyak penumpang, malam tersebut tetap menjadi malam yang tenang tanpa ada masalah sedikitpun. Seakan-akan berada di dunia di dalam botol yang tak berisikan penghuni.
   Lalu, seketika ada cahaya terang yang menerangi daerah itu dan membuat semua orang dalam kapal itu panik dan ketakutan. Karena, ada dua meteor yang tiba-tiba saja jatuh menghantam lautan dan membuat gelombang raksasa yang memutar balikkan kapal itu. Dalam lagu jeritan mereka, terdengar suara ledakan dasyat yang memuntahkan lahar yang langsung mendingin karena air laut disekitarnya. Lalu membentuk sebuah pulau baru yang menyimpan ribuan misteri.
   Tiga hari berlalu, mereka yang selamat dari bencana itu. Mengungsikan diri di pulau itu dengan harapan akan adanya bantuan datang. Mereka mencoba bertahan hidup dipulau itu dengan berbekalkan ilmu pengetahuan yang telah mereka pelajari sebelumnya. Setelah bertahun-tahun, bantuan tidak datang dan membuat mereka menempati pulau itu dan membangun permukiman disana, sampai masalah besar menimpa mereka.
   Dengan ditemukannya jenazah wanita yang sudah tidak ada darah sedikitpun didalam tubuh jenazah itu. Rambutnya berwarna putih walaupun wajahnya masih terlihat muda. Serta di lehernya juga ada semacam bekas gigitan ular.
   Kisah inipun menjadi legenda yang diceritakan turun menurun. Namun, dikarenakan tidak terbukti kebenaran kisahnya dan tidak ditemukannya pulau tersebut. Bahkan, tidak pernah ditemukan barang peninggalan dan keberadaannya tidak berbekas sedikitpun di dunia. Pada akhirnya kisah ini hanya dianggap sebagai dongeng belaka yang diceritakan secara turun-temurun ke anak cucu.

Namaku adalah Yasiru ferlando, putra kedua dari keluarga ferlando. Salah satu dari tujuh keluarga besar yang telah menemukan dan membangun Desa Wisara. Desa yang berada di antara gunung dan laut. Disamping itu, ada tiga keluarga yang hilang dikarenakan bencana yang menimpa tempat mereka tinggal.
   Jadi sekarang hanya tersisa empat keluarga besar yang sangat dihormati didesa tersebut. Keempat keluarga itu adalah Lera, Devan, Reihan dan Ferlando. Sebagai penerus dari Keluarga Ferlando, aku selalu belajar dan berusaha untuk menjadi calon pemimpin yang baik. Namun, sejak langit malam yang dipenuhi hujan meteor, semua itu berubah hanya dalam waktu semalam. Lalu, hari-hari yang indah itu berubah mengerikan.

Karena kondisi fisikku yang buruk, aku tidak bisa mengikuti pelajaran dan harus izin ke UKS. Saat berada di ruang UKS, aku terkejutkan dengan adanya gadis berambut panjang memakai baju olahraga berwarna biru bercampur putih dalam keadaan tergeletak di atas kasur. Dia terus merintih kesakitan dan tubuhnya seperti baru selesai mandi dengan keringat dan dia lupa untuk mengeringkannya. Keadaan itu mengingatkanku kepada seseorang yang aku sayangi.
   Karena rasa empati, aku menyentuh dahi gadis itu yang tertutupi rambut terurainya. Saat aku menyentuhnya, entah memang tubuhnya itu sepanas api atau hatiku yang saat itu memanas. Karena ingat akan kenangan lama ku dengan seorang wanita yang sangat ingin aku lupakan keberadaanya dihatiku.
   Namun, tiba-tiba saja muncul kalimat fitnah dari seseorang di depan pintu UKS sambil meneteskan air mata. Kalau saja dia muncul tanpa air mata, mungkin dia sudah seperti pangeran tampan yang datang untuk menyelamatkan putri cantik yang sering muncul di dongeng anak-anak.
"Hei....?! Apa yang kau lakukan pada adikku...? Berani sekali kau mendekatinya saat aku sedang tidak ada...!", sang pangeran itu langsung datang dan memukul ku, sebelum dia mendengarkan alasan ku dan langsung duduk disamping adiknya tersebut.

   Karena aku tidak tahan dengan suasana di sana. Aku pergi meninggalkan seseorang yang akan menjadi istriku dan kakak iparku.

Aku langsung saja pulang untuk menenangkan diri. Lalu, terdengar suara yang sangat aku benci dari balik pintu rumah yang terbuka sedikit. Karena menandakan kalau dia akan datang membawa kebencianku padanya.
   Seorang gadis berpakaian mewah serba hitam seperti layaknya ratu yang duduk diatas singgasana berodanya. Rambutnya hitam lebat panjang sampai lutut dengan beberapa bekas luka yang terlihat di tangan dan kakinya.
"Kak... kenapa Kak Deva lama sekali diluarnya... aku ta-...", ucapan manja yang terpotong karena aku ada dihadapannya. Ironis sekali kita harus bertemu di hari yang buruk ini.
"Owh... jadi kau masih hidup ya... aku kira kau sudah membusuk di rumah sakit... kenapa sih kamu masih hidup...? Kau itu tidak ada gunanya tahu nggak...?! kakimu sudah lumpuh... kau sudah tidak bisa lagi untuk menebus semua dosamu dulu... kau hanya jadi beban saja...", penghinaanku kepada gadis yang sudah nenghancurkan hidupku.
   Saat aku mengatakan hal itu dia hanya menundukan kepalanya dan menangis sambil berkata " maaf kak... maaf...". Rasanya aku ingin sekali mengakhiri hidupannya saat itu juga. Namun, aku hanya menendang kursi rodanya sampai dia jatuh dan aku masuk ke rumah dan masuk ke dalam kamarku dengan berlari. Lalu, aku membanting diriku ke atas kasur yang lembut dan menangis.
"Karin... maafkan kakakmu ini karena tidak bisa membalas perbuatan gadis kotor itu... yang dengan teganya membunuh adik kandungnya sendiri...", ratapan penyeasalanku yang tidak tahan dengan kenyataan buruk dalam keluargaku.

Promosi from Allamman storyStories to obsess over. Discover now