ABC ( Aku Berhenti Cinta)

184 27 192
                                        

"Kamu mau masuk dulu ke dalam?" tanya Sabrina kepada Alga.

Mata Alga terus melihat sesosok wanita paruh baya di pintu rumah kekasihnya, dia memberi senyuman kecil kepada wanita itu, tapi tidak ada balasan sedikit pun.

"Ga, ayo masuk dulu," rengek Sabrina.
Pandangan Alga pun kini beralih kepada Sabrina, "Enggak sayang, aku harus langsung pulang," ujarnya sembari mengelus lembut pucuk kepala kekasihnya.

"Ya.. jadi kapan kamu mau ke rumahku? Akan aku kenali sama mama papaku, Ga."

"Lain kali, aku janji. Aku akan ke rumahmu, tapi bukan sekarang," ujarnya hangat.

Sabrina mengerucutkan bibirnya, "Iya deh.. Hati-hati di jalannya."

Alga mengangguk patuh, “Titip salam untuk calon mertua," celetuknya.

Sabrina membelalakkan kedua bola matanya, sungguh baru kali ini Alga berbicara seperti itu. Kedua pipi Sabrina terasa hangat, "Daun salamnya mau berapa ikat, Bang?" Sabrina membalasnya dengan candaan.

Alga hanya terkekeh geli dengan ucapan Sabrina "Abang enggak mau mengikat daun salam, yang Abang mau mengikat cincin di jari manis kamu," ujarnya serius.

"Ya sudah, Bina tunggu Abang buktikan itu semua." Sabrina hanya bisa menahan senyumnya dan mengulum lidahnya dalam-dalam.

Alga menjawab dengan senyuman dan anggukan saja.

Alga menaiki motor merahnya, sambil memberi senyuman manis kepada sang kekasih yang sudah menemani dia sejak 3 tahun yang lalu. Sabrina Azalea atau sering di panggil dengan sebutan Bina, si gadis lugu yang ia sayangi hingga saat ini. Gadis yang benar-benar beda dari yang lain, tutur katanya lemah lembut, serta sikapnya yang penyayang, yang membuat Alga tergila-gila mencintainya sedari dulu, saat ini hingga nanti.

Teeetttt

Alga membunyikan klakson sebagai isyarat ia pergi. Lalu, Sabrina melambaikan tangannya kepada Alga.
Senyuman Sabrina tidak bisa hilang sejak apa yang Alga ucapkan tadi, senyumnya terus merekah, ritme dadanya terus berdebar kencang. Sabrina tahu, bahwa Alga tidak seperti lelaki lain yang lebih banyak gombal ketimbang bukti. Alga selalu membuktikan ucapannya. Itulah yang membuat Sabrina semakin jatuh hati pada Alga.

Sabrina berjalan ke dalam rumah, tapi di sana ternyata ada sang Mama. Sabrina hanya bisa tertunduk saja.

"Masih sama dia?" ketus sang mama.

Sabrina menghela nafas panjang, "iya, Ma," jujurnya.

"Kamu tidak merasa bosan sedikit pun?" cecarnya.

"Bina sayang sama Alga, di kamus Bina, tidak ada kata bosan sedikit pun untuk Alga," jelas Sabrina tidak ingin kalah bicara pada sang mama.

"Halah, cinta monyet saja belagu kamu!" ketus mama sembari pergi dari hadapan Sabrina.

Sabrina hanya menatap punggung sang mama, dia tidak mengerti kenapa mamanya begitu tidak menyukai Alga, padahal Alga adalah lelaki yang baik dan sopan.

"Mungkin suatu saat Mama akan menyukai Alga, Aku yakin," monolog Sabrina menguatkan hatinya.


°°°

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jan 18, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

ABC ( Aku Berhenti Cinta ) ✓Stories to obsess over. Discover now