"aku tidak perduli jika aku disebut mahluk asing di sekitar manusia lain, karena aku nyaman menjadi diriku sendiri"
Sadar akan bagiamana dunia memperlakukanku membuat perilaku ku menjadi tak karuan menjadikanku manusia individual yang hanya menginginkan keegoisan. Sampai-sampai aku menjadi orang yang asing dimata khalayak manusia di sekelilingku. Ada yang senang dengan diriku yang seperti ini dan menjadi sahabat terbaik dan adapula yang tak menyenangiku karena sikapku seperti ini dan menjadi sekedar teman atau musuh.
Entahlah memang bingung aku melihat manusia yang hanya memakai topeng untuk bersosialisasi, sebenarnya mereka menipu atau bagaimana ?. Jika mereka menipu apa bedanya dengan maling dan pencopet, mereka menipu manusia dengan terang-terangan, malah mereka yang memiliki wajah jujur walaupun perilaku yang tak baik. Bagaiamana jika manusia dibuat jujur wajahnya dan hatinya?, akan jadi bagaiaman dunia ini?.
Selalu heran dengan manusia jaman sekarang yang menginginkan diakui oleh banyak orang dengan cara yang yang bahkan tidak didalam nalarku. Selalu bingung kenapa mereka bisa seperti itu? , apa yang dikejar oleh mereka? . Harta, tahta atau kepalsuan diri mereka yang menganggap mereka istimewa. Hal seperti itulah yang membuatku menjadi mahluk asing di depan sebagian orang yang menganggap diri mereka waras atau pintar.
Bahkan seorang ahli psikolog pernah berkata bahwa aku memiliki kelaianan jiwa, bipolar atau apalah namanya, aku terheran kenapa manusia yang ahli pun berkata seperti itu. aku tidak terkejut dengan julukan itu, karena aku sendiri pun merasakannya semenjak SMA , perilakuku memang aneh. Pernah suatu hari aku sangat bersemangat untuk berkumpul dengan teman-temanku namun entah kenapa saat aku melakukan hal itu aku menjadi tak bersemangat dan meninggalkan mereka di tengah perbincangan yang menurut mereka seru.
Mungkin ini karena tentang rasa takutku saat SMP, seorang anak dari desa yang bersekolah dan menjadi bahan olok-olok sekelas. Hal itu menjadi trauma yang membuatku menjadi pasif dengan sosial, namun disisi lain aku merasa menjadi orang lain yang bahkan aku tak mengenalnya, dan ia pun menutupi kekuranganku. Ia bisa merangkul orang yang bahkan akupun tak bisa merangkulnya, saat ia muncul pun aku hanya bisa merasakan gelap dan dingin. Entahlah ini ilusi atau apa, namun aku ucapkan terima kasih padanya karena sudah menutupi kekuranganku yang dianggap asing di mata dunia.
Semenjak itulah aku bingung dengan keadaan dunia, jika dunia seperti ini apakah dunia diciptakan untuk menampung manusia yang bertopeng dan menjadi mayoritas disini atau hanya menguji apakah benar adanya manusia yang benar-benar bisa memanusiakan manusia lain atau hanya manusia dengan bualan yang belum tentu ia rasakan di dunianya.
YOU ARE READING
Mencari Sebuah Arah
Teen FictionNovel yang menceritakan pandangan seorang manusia yang menjadi asing di mata dunia, yang menjadi tak paham akan dunia menceritakan bagaimana pandangan kepada manusia melalui perjalanan hidupnya untuk mencari sebuah arah yang tak bisa ia temukan. Pen...
