Masa Lalu

1.1K 80 2
                                        

typo bertebaran

Selamat membaca 😊


Saat itu jam menunjukan waktu makan siang. Jongin sedang menikmati makan siangnya seorang diri di restoran dekat kantornya dengan tenang sampai suara seseorang mengalihkan perhatianya dari tumpukan ayam di atas meja.

🐺 Kau menyebalkan

Jongin mematung. Tau dengan jelas suara siapa itu. Suara seseorang yang sudah lama tidak didengarnya, suara seseorang yang ingin dilenyapkanny namun sayangnya masih selalu mengaung hebat dikepala cantiknya.

🐻 Terima kasih. Aku anggap itu pujian

Jongin menjawab tanpa minat memandang orang yang kini duduk manis didepannya dengan mata memuja.

🐺 Kenapa?

🐻 Apa?

Memilih mengunyah ayam tanpa menghiraukan orang didepannya sudah menukikkan alisnya tajam

🐺Kau berubah, kau dingin padaku. Kau menjadi sosok yg menyebalkan

🐻 ayolah Sehun, jangan mendramatisir terlalu banyak nanti mengalahkan sinetron di tv

🐺 Lihat, kau bahkan sudah bisa menjawab dan menantangku

🐻 Aku hanya menanggapi. Anggap saja rasa sopan santunku karena kau mengajakku bicara

🐺 kau masih marah padaku?

🐻 kau tahu aku dengan baik. Aku pendendam handal jika kau lupa

🐺 Kau ingin balas dendam padaku?

🐻 kau merasa bersalah?

🐺 Iya dan aku kesini untuk meminta maaf padamu

🐻 hanya itu? setelah sekian lama kita bersama dan kau meninggalkanku hanya karena dia lebih daripada aku. Sekarang kau datang duduk didepanku dan mengatakan maaf? Maaf tapi kata maaf punya batas waktunya dan maaf darimu sudah kadaluarsa

Menjawab dengan tenang namun kini jantungnya berdetak kuat. Jongin takut.. Jongin takut jika dia akan kalah dihadapan orang ini. Jongin tidak mau. Dia sudah sejauh ini, dia tidak akan kalah.

🐺 Kau tidak mencintaiku lagi?

🐻 cinta? aku sudah meninggalkannya jauh dibelakang setelah kau pergi meninggalkanku tanpa penjelasan.

Menatap Sehun dengan wajah sedatar yang dia bisa.

🐺 Bisakah kau memberiku kesempatan? aku akan memperbaiki semuanya? ayo mulai dari awal

🐻 guci yang pecah, sebaik apapun kau menyatukannya tidak akan bisa seindah dulu. Kau seperti buku lama yg sudah ku baca sampai akhir. Dan sekarang kau memintaku membacanya lagi? membosankan.

Jongin meminum cola nya rakus. Sekarang tenggorokannya terasa kering. Duduk berhadapan dengan Oh Sehun adalah hal terburuk dan tatapannya jauh lebih menakutkan daripada sengatan lebah. Jongin mendramatisir namun nyatanya benar. Hatinya terasa sakit saat ini.

🐺 Kau yakin?

🐻 seyakin kau dimasa lalu saat meninggalkanku.

Jongin menatap sinis Sehun membuat Sehun mengendus kesal.

🐺 Ayolah Jongin, jgn membawa masa lalu dipembicaraan kita

🐻 kau lah masa laluku Sehun. Aku membahas masa lalu karena itu adalah kau.

🐺 Aku mencintaimu

🐻 bahkan semua orang dengan mudah mengucapkan kata laknat itu

🐺 Jongin!

🐻 apa? kau marah? harusnya aku yg marah. Jgn bicara seolah-olah kau yg tersakiti disini. Kau yg pergi lebih dulu. Aku mencoba menahanmu sekuat yg aku bisa tapi kau melepaskan tanganku dengan mudah. Aku menata hatiku, mengunci rapat-rapat agar kata laknat itu tidak memasukinya lagi. Aku berhasil hingga detik ini. Aku bisa berdiri tanpa ada kamu disini. Jadi please Sehun, jgn membuatku goyah. Biarkan aku hidup tanpa ada bayang-bayangmu lagi

🐺 Sesakit itukah?

🐻 seandainya bisa minumanmu sekarang ku campur dengan pestisida, maka akan aku lakukan. Kau seperti ngengat dihidupku saat ini!

🐺 JONGIN! (berteriak)

🐻 APA?!

🐺 maaf, aku minta maaf. Aku menyakitimu sedalam itu. Maafkan aku. Aku salah aku tau. Tapi asal kau tau aku mencintaimu, sungguh. Cuma kamu.

🐻 lupakan aku. Aku yg dulu telah mati Sehun. Jgn cari dia. Dia hanya ada dimasa lalu. Aku yang sekarang buka Jongin yang lemah dimasa lalu.

Memilih pergi meninggalkan Sehun sendiri. Sudah cukup. Jongin tidak ingin menangis lagi. Dia lelah, cukup bahkan sudah terlalu banyak air mata yg keluar sia-sia karena seorang Oh Sehun.

🐺 Maaf

Sehun menatap punggung Jongin yang semakin menjauh dan menghilang dibalik pintu depan restoran. Sehun memalingkan wajah menatap keluar jendela yang sekarang hujan mulai membahasahi bumi

🐺 bahkan langit ikut menangis karena mendengar kisah cintaku

GabutStories to obsess over. Discover now