1. Terlempar Ketempat Asing

33 3 1
                                        

GRANADA - sebuah kota yang terletak di kaki Sierre Nevada, yakni gunung tertinggi di wilayah Andalusia, Spanyol. Merupakan kota tujuanku selanjutnya dalam edisi vloging. Jaman modern seperti ini walau mencari uang tetaplah susah, tetapi beberapa alternatif lain bisa dicoba. Seperti contohnya menjadi vlogger. Kali ini aku menuju sebuah kota yang kembali hangat di perbincangkan, Granada - Spain. Karena kota tersebut menjadi latar belakang dari salah satu drama korea yang dibintangi oleh aktor tampan kesukaanku, Hyun Bin Oppa atau suamiku, begitulah aku menyebutnya.

Sambil menikmati indahnya kota Granada, aku tetap fokus denga tujuan awalku. Tanganku dengan lihai mengambil beberapa footage untuk keperluan editing konten. Kali ini seperti biasa aku melakukan live stream di salah satu social media untuk menyapa para penggermarku. Ah penggemar , menginagt itu membuat hidupku penuh dengan semangat. Bagaimana tidak, disaat orang tuamu sendiri membuang dirimu hanya karena ego masing - masing, penggemar datang dan mengulurkan tangan, berbagi keluh kesah dan tak terasa kini aku yang memiliki ketergantungan dengan mereka, terimakasih penggemarku, yang mungkin kini kupanggil keluargaku keduaku.

"Hola! Kali ini aku menyapa kalian dari kota Granada tepatya di Alhambra, kalian tau kan, ini tempat syutingnya Hyun Bin Oppa" sapa ku sambil memegang smartphone keluaran terbaru yang memang aku beli untuk kualitas konten, semata mata hanya untuk penggermar alias keluarga keduaku. Aku mulai membaca komen mereka, membahasnya dan saling membagikan cerita. Hidup seperti ini sangat menyenangkan, aku yang memang suka sekali menjadi pusat perhatian yang sempat kehilangan cinta dan kasih sayang kini telah menemukan jiwa ku. Oleh karenanya setiap kali aku menyapa pengemar seperti ini hatiku berbunga bunga karena bahagia, jantungku berdegup gembira, dan aku selalu mengucap syukur sedalam dalamnya karena kini aku bahkan telah melupakan orang yang telah menyakitiku.

Aku yang sudah terbiasa hidup dengan kamera dimana mana sehingga menjadi terbiasa dengan pandangan orang orang yang mungkin risih dengan keberadaanku, terutama ketika kakak tour guide didepan yang terganggu dengan aktivitasku. Tiga kali aku ditegur olehnya, sehingga aku memutuskan untuk tidak ikut rombongan dan akan menunggu mereka di gerbang depan. Sambil tetap membuat konten video, aku berjalan jalan di sekitaran area pintu masuk. Pandanganku teralihkan pada sebuah bangunan di sebrang, Sangat klasik, sepertinya aku harus mengambil gambarnya untuk thumbnail. Ketika aku sedang asik mengambil beberapa foto, terlihat seseorang berdiri di depannya, namun ketika kualihkan kameraku orang tersebut menghilang.

Aneh, apa aku sudah mulai lelah ya, sepertinya tadi aku melihat ada seseorang disana, gumanku yang kemudian terkejut karena orang tersebut telah berpindah dan tepat berada di belakangku. Dengan spontan aku menjerit dan memejamkan mata, secara spontan aku juga berjongkok dan menutup mata dengan kedua tanganku karena shock sekali.

"Halo noona, sepertinya noona tersesat. Mari saya antarkan jalan pulang." Ucap orang tersebut. Seorang laki laki tinggi berparas seperti orang asia, berkulit putih dengan hidung yang sangat lancip dan proposi badan yang seperti model. Siapa dia, mengapa aku harus mengikutinya? gumanku kemudian.

"Maaf, siapa anda? Mengapa saya harus mengikuti anda?, dan oh ya maaf sepertinya saya sibuk, saya harus segera kembali ke rombongan." Ucapku sopan lalu pergi menuju rombongan ketika terlihat baru saja keluar dari dalam gedung. Aku merasakan dia terus berjalan mengikutiku di belakang. Aku mempercepat langkah dan segera masuk kedalam bus rombongan. Kulihat dia juga ikut masuk kedalam bus dan duduk dua bangku dibelakangku.

Ketika tour guide mendata nama orang - orang yang ikut rombongan, dengan anehnya namaku tidak disebutkan Aku yakin sekali. Dengan keberanian aku bertanya, namun dia menatapku keheranan, aku yang merasa terasing segera membuang pandangan keseluruh isi bis yang juga menatapku dengan keheranan.

"Maaf, sepertinya nama yang ibu cari tidak terdaftar." Jawab tour guide nya. Aku yakin sekali dia kenal denganku karena beberapa kali aku ditegur. Aku juga sudah membuat janji dengannya ketika aku memutuskan untuk menunggu di pintu masuk gedung.

Dengan kebingungan aku kembali duduk. Aku masih cemas dengan keadaan ini. Kenapa aku merasa asing, kenapa semua orang terkesan tidak mengetahui aku. Segera aku cek ponselku. Lalu aku mengirim pesan singkat ke temanku namun semuanya gagal. Dan satu lagi orang yang tadi mengikutiku masih duduk manis dan memperhatikanku.

Ketika bus sampai ketempat transit segera aku keluar dan melihat sekelilingku. Lalu aku memutuskan untuk membeli air mineral untuk menjernihkan pikiranku.

"Noona, apakah noona masih bingung? Ini sudah waktunya noona pulang. Nanti baginda murka jikalau noona tidak segera pulang". Ucap laki laki tersebut. Aku masih mencerna kalimatnya, apa? Baginda? Murka? Maksudnya apa ini.

"Wah, sepertinya anda benar benar menguntitku. Dan mengapa terus terusan berbicara seperti itu, aku bukan putri, siapa itu baginda dan tolong menyingkirlah dariku karena sepertinya sebentar lagi aku akan meledak karena muak denganmu, PERGI!". Ucapku dengan amarah memuncak dan teriakan diakhir kalimat. Sekilas beberapa orang menatap kami yang terlihat seperti pasangan yang tengah bertengkar. Tapi aku putuskan bodo amat.

Kulihat dia hanya membalas senyum dan menekan sesuatu di telinganya, dia membisikkan sesuatu. Aku yang heran dengan tingkahnya hanya memandangnya jengah lalu kembali fokus dengan ponselku. Mengapa jaringannya buruk sekali disini. Aku tetap berusaha menghubungi beberapa temanku melalui whatsapp. Kucoba menelponnya dan tesambung.

Tuuut Tuuut ....

"Halo? Jen, ada apa? Bagaimana liburanmu?" ucap seseorang disana

"Halo akhirnya terhubung, Lucy keadaanku kacau. Aku tak tahu kenapa rombonganku tak mengenaliku, dan aku merasa seperti di tempat asing, bagaimana ini?"

"Tenang Jen, passport dan visa mu masih aman kan? Kamu langsung pergi ke bandara saja lalu segera pulang, atau kau bisa menginap dulu di sekitaran bandara lalu segera pesan tiket pulang. Jangan panik aku ....." ucapnya terputus, Masalah koneksi,

"Halo, Lucy, lucy... Sial terputus" gerutuku sambil memukul mukul kembali ponselku.

Terkejutlah aku ketika melihat lima orang berjas hitam dengan kaca mata hitam legam datang kearahku. Aku yang bingung melihat itu hanya menoleh kekanan dan kekiri keheranan. Mengapa sih orang - orang pada heboh seperti ini.

"Maaf putri, ibu ratu mengadakan perjamuan di istana selatan. Putri diminta datang kesana dengan pangeran. Jika putri menolak maka maafkan saya jika saya sedikit memaksa tuan putri karena itu keinginan dari ibu ratu" jelas salah satu dari pria berjas yang baru saja datang. Aku mengedarkan pandangan dan mencari sosok laki laki yang tadi menemuiku dahulu.

"Woy kamu, apa maksudnya ini." Ucapku sedikit berteriak sambil mengacungkan tangan kepadanya. Kulihat dia hanya mengangkat kedua bahunya sambil mengeluarkan senyuman kemenangan. Aku yang kesal setengah mati segera melempar botol air mineral yang tadi sempat kubeli.

Namun sebelum botol tersebut benar benar terlempar dengan sigap pria berjas yang berada disampingku mengunci kedua tanganku kebelakang lalu segera menutup mulutku dengan kain yang entah membuatku semakin lama semakin lemas dan kehilangan kesadaran.



Hallo Readers,
Dunia pararel itu sangat misterius ya, bagi kalian pecinta cerita tentang romance fantasi, silahkan stay tune ya.....
jangan lupa klik bintangnya (vote) biar aku semakin semangat nulisnya ^.^
O iya, siapa yang suka sama cerita tentang bucin? aku usahin bakal buat se uwuw mungkin tapi tetap sesuai sama alur ya... Stay tune ya

Another MeStories to obsess over. Discover now