Ditengah malam yang begitu sunyi
Sepi tak berpenghuni
Serayumu yang dingin,menusuk sampai ke hati
Batin pun menjerit meratapi cobaan yang kian menjadi
Ditengah kelamnya langit
Aku teteskan air mata
Mengingat jiwa ini terus tersayat-sayat
Oleh sapaan sengkuni yang mengandung caci dan maki
Kini muak mulai membuncah
Kepada sengkuni sang seranah
Inginku membuka topeng kesabaran ini
Yang telah lama menutupi kesengsaraan ini
Inginku teriak, dan terus berteriak
Memanggil sang Tuan bernama kebahagiaan
