Ya namaku delia. Semua orang memanggilku hanya Del, aku tak tahu jelas alasannya yang ku tahu mereka hanya mempermudah pengucapan lisan mereka. Di sini usiaku masih muda tepatnya saat ini menjelang kelas 7, dan pertama kalinya dapet first love.
Semua sekolah dipecah dan masuk kebagian yang berbeda. Ya semua temanku hampir memiliki teman satu SD yang segugus sementara aku. Ya tentu saja sendiri, heran deh selama 13 tahun kurang gak tau rasanya jatuh cinta beneran, apa-apa sendiri Temen yang Deket juga udah pindah. Pusing aslinya.
"Okey adik-adik perkenalkan nama saya Rendy. Saya sebagai wakil ketua OSIS SMP 1 Banyusari"
"Wow ganteng banget" ucapku dengan nada polos.
Haha tapi disitu bukan first love ku itu hanya sebuah kagum akan jabatan. Hari-hari trus berjalan begitu saja:) hariku hambar, dan rumor aku jatuh cinta padanya menyebar. Ya itu salahku akulah yang tidak bisa membedakan antara cinta dan kagum dan bodoh nya aku bercerita pada kakak kelasku dan bum. Lihatlah bagaimana keadaanku.
Hari ini Jum'at jam terakhir yang harus dipake olahraga sementara gada Bu gurunya alias jamkos beuh
"Del. ikut kakak yah ke BK" ucap seorang lelaki yang menggunakan kacamata berwarna hitam bulat itu.
"What?!! Kasus apa kak? Kok bisa aku baru aja masuk sekolah 2 Minggu" ucapku sambil membetulkan kacamata bulat yang berwarna hitam.
"Ikut aja"
Aku bingung heran aja gitu masa iya aku tuh siswi paling jaim walaupun aslinya sedikit malu-maluin. Kok bisa aku dapet kasus? Selama aku SD aja aku tuh gak pernah buat ulah...
Eh tunggu, maksudku jarang buat ulah. Yah pasalnya dulu ya aku pernah mabal ehe:) trus tobat because nanti aku bisa dicoret dari KK. Ya pada akhirnya aku yang dilimbun oleh kegelisahan dan pemasaran terpaksa mengikuti laki-laki dingin itu.
"Nah dah sampe" dengan watadosnya (wajah tanpa dosa) dia duduk ninggalin aku gitu aja. Yang celingak-celinguk karena banyak kakak-kakak.
"Hmm ka Dell. Kamu ikut seleksi cerdas cermat yah." Ucap Bu Ida guru yang baik banget gak bohong. Sering dipanggil mami.
"Eh iya Bu" ucapku yang ikut-ikutan watadosnya.
Laki-laki itu bernama xaya. Yah laki-laki yang ukuran tingginya sama seperti aku, dan yah aku tidak menyukai laki-laki itu. I hate he!
Dia memberiku sebuah laptop yang isinya data soal-soal cerdas cermat. Dan tersontak aku menjawab pertanyaan dengan lisan hingga arah wajahnya terpaku pada aku, entah apa yang aku lakukan dia melihat kearahku hingga jantungku berdetak kencang seolah akan mati 1 menit lagi. Gak ngerti tentang semuanya aku masih bingung, laki-laki itu kemudian menyunggingkan senyum layaknya seperti boneka chucky. Menyeramkan tatapan dingin sedingin es, gak suka. Gak suka. Gak suka ihhh sebel. Eh tapi ada manis-manis nya sih ehe :D
Hari Minggu dengan kaos yang sudah tidak wangi lagi karena ya aku pulang latgab PKS (patroli keamanan sekolah) balik lagi latihan kali ini, ada laki-laki yang berkulit putih seperti ras Eropa ya sepertiku dikit-dikit. Tapi putihan dia. Mirip cewek, tapi gentel trus cakep pula. Pengen Bungkus rasanya.
"Del ada penghapus?" Ucap
Xaya.
"Oh yah ada"
"Ya Makasih"
"Sama-sama"
Duh sumpah ganteng banget dah. Siapa sih namanya heran gak kuat yaAllah pengen bungkus.
"Yaziz. Bisa bantu ibu" ucap mami.
"Ya"
Duh yaziz. Kenapa gak Aziz? Toh lebih bagus? Aduadu.
Dan kembali lagi xaya melihat ke arahku. Dudududu heran ma tuh cowok emang baju aku terlalu dekil Ampe diliatin gitu bat. Au ah gelap.
"Xaya. Yaziz. Dell. Juru bicaranya yaziz yah." Ucap mami
"Iya siap mi"
"Iya mi"
Sedangkan xaya masih terdiam membisu tanpa suara. Ah intinya aku tidak suka dia Titik! aku benci dia.
YOU ARE READING
renung
Romancesebuah rasa yang singgah lalu pergi. hingga hari seolah menjadi persimpangan terminal rasa:). apalah dayaku yang hanya manusia biasa.
