Pagi ini aku dan keluarga berada dalam perjalanan menuju kota Jakarta. Perjalanan cukup panjang.
Perjalanan cukup melelahkan. Aku pun tertidur, terasa mami membangunkan ku
"Netha, bangun nak.. heii kita sudah sampai. Lanjut istirahat di dalam kamar saja sayang." ucap mami, dengan menggoyangkan tangan dan menepuk pipi ku pelan
"Hoaam.... Iya mi, netha capek banget, netha langsung masuk yaa ke kamar, dahhhh mami." jawab ku dengan mata mengantuk. Segera ku menaiki tangga lalu membuka pintu kamar dan menjatuhkan badan di atas kasur. Haaaa nyaman sekali rasanyaa. Tak kuasa menahan rasa kantuk, aku pun memejamkan mata, lagi.
Malam hari saat jam makan malam. Aku terbangun, lalu mandi dan beberes sedikit kemudian turun ke bawah menuju ruang makan
"Lama amat sih tidur nya, kaya orang mati suri aja." ucap Nata. Ah aku belum mengenalkan dia. Baiklah dia Bagas Adinata saudara laki laki ku, jarak kami berdua hanya setahun.
"Ngerti capek nggak sih kak, capek. Udah ah aku mau makan, minggir." selalu berdebat dengan manusia yang paling menyebalkan di rumah ini. Tapi tenang, walaupun begitu aku sangat menyayangi manusia satu ini.
"Sudah Nata jangan diganggu terus adik mu ini, Netha sini cepat duduk lalu makan makanan mu." mami pun akhirnya menengahi perdebatan yang tak ada faedahnya sama sekali.
"Mami selalu saja belain Netha." ucap nata dengan muka kesal yang di buat buat nya. Rasanya ku ingin muntah saat itu juga, lalu ku hanya menjulurkan lidah ke arah nya.
Setelah makan malam, aku kembali ke atas untuk mempersiapkan segala hal yang di butuhkan untuk sesuatu yang baru di keesokan harinya kemudian beristirahat kembali. Belum sempat ku menjatuhkan diriku ke atas kasur, handphone ku berbunyi. Segera ku lihat, ah ada panggilan ternyataa..
"Haiiiii nethaaaa i miss you so muchhh." ucap nya
"Yaampunnn i miss you too so badly." ucapku
"Besok kita berangkat bareng?" ucap nya.
"Ah nggak usah, besok kita bertemu di sana aja, aku akan berangkat dengan kak Nata." ucap ku.
"Oh gitu, baiklah sampai ketemu esok hari zheyeng." ucap nya.
"Hehehe baiklah Ai." ya, dia adalah Ai. Joa Aileen, sahabat ku dari kecil. Jika ku sedang liburan ke Jakarta pasti dia tujuan ku untuk bertemu setelah liburan, dia menyebalkan tapi aku sayang, sangat. Dia yang paling mengerti dari sisi raut wajah dan perasaan ku.
"Oke neth good night " ucap Ai
"You too Ai." setelah sambungan telpon telah mati, aku kembali melanjutkan niat ku untuk beristirahat.
~
Jangan lupa tinggalkan jejak teman teman 🤗❤️
YOU ARE READING
Our Feelings [ Revisi + Ending ]
Teen FictionFollow akun wattpad author yaa @bagaikansenja
![Our Feelings [ Revisi + Ending ]](https://img.wattpad.com/cover/175999637-64-k140057.jpg)