Titik Akhir

98 32 18
                                        

Mencoba hal baru merupakan ide bagus untuk mendapatkan pengalaman hidup yang lebih banyak dan juga mengisi waktu luang. Untuk mendalami hal yang baru kita kenal, tentunya kita harus beradaptasi agar terbiasa. Untuk beradaptasi itu, kita pun harus keluar dari zona nyaman.

Seorang anak laki-laki berkulit sawo matang, berpostur tubuh tidak terlalu tinggi tapi tidak terlalu pendek juga, ramah terhadap orang lain dan sangat juga berteman, dia bernama Steve Suherman. Ia lahir dari keluarga sederhana, ayahnya bekerja sebagai karyawan swasta, begitu juga ibunya yang hanya bekerja sebagai karyawan swasta. Tinggal di rumah bertipe 21 dan berlokasi di tempat yang sedikit pelosok, ya sesederhana itulah kehidupan seorang Steve. Meskipun berkehidupan sederhana, tetapi ia kaya akan ilmu pengetahuan. Tak hanya pintar, ia juga sangat berbakat dalam olahraga sepakbola. Sejak kecil, ia sangat sering bermain sepakbola dan berkeinginan sebagai pemain bola profesional. Ia bercita-cita sebagai pemain sepak bola profesional karena ayahnya merupakan seorang mantan pemain bola di salah satu klub sepakbola terkenal. Ayahnya berhenti berkarir sebagai pemain sepakbola karena menurut ayahnya, berkarir sebagai pemain sepakbola di Indonesia ini tak cukup untuk menghidupi keluarganya. Akhirnya, ayahnya memutuskan berhenti sebagai pemain sepak bola dan mencari pekerjaan yang bisa menghidupi keluarga kecilnya tersebut.

____________

Steve saat ini sedang duduk di bangku sekolah dasar. Ia setiap hari diantar ke sekolah yang berjarak 4 KM oleh ayahnya menggunakan sepeda motor dan pulang dijemput oleh tetangganya yang sudah merawatnya sejak kecil. Setelah pulang sekolah, ia berlatih sepakbola di sekolah sepakbola di dekat rumahnya dengan berjalan kaki. Setiap hari ia latihan dengan tekun untuk mengejar cita-citanya menjadi seorang pemain sepakbola profesional. Setiap pulang dari latihan sepakbola, ia pulang bersama temannya bernama Mulyo yang merupakan teman sekolahnya sekaligus sahabat Steve.

"Latihan hari ini kayaknya cape banget ya, Mul? Semua badanku sampe pegel-pegel gini semua lho." ucap Steve.

"Gimana ga cape, Steve? Kita disuruh keliling lapangan bola 15 kali." jawab Mulyo.

"Ya seenggaknya ini diluar batas kemampuan kita, Mul. Rasanya aku pengen rebahan di rumah terus aja kalo latihan sepakbola kayak gini terus." keluh Steve.

"Loh kok kamu ngeluh gitu, katanya mau jadi pemain profesional, ya harus merasakan capeknya latihan, gaada yang instan di dunia ini, Steve. Kalo kita pengen menjadi pemain profesional, ya dibutuhkan perubahan. Yang namanya perubahan, tidak ada yang enak. Mengapa perubahan itu tidak enak? Ya karena jika kita ingin berubah, kita harus keluar dari zona nyaman kita, Steve." ucap Mulyo menasehati Steve.

"Wah iya juga ya, Mul? Kalo gitu, besok-besok aku akan lebih semangat lagi deh buat latihannya dan lebih berusaha untuk tidak mengeluh lagi. Makasih ya, Mul. Kamu selalu nyemangatin aku disaat aku udah mulai lupa akan cita-citaku. Kamu emang sahabatku yang terbaik!" jawab Steve dengan semangat.

"Santai, Steve. Kita kan sahabat. Yang namanya sahabat ya harus saling mengingatkan disaat sahabat kita mulai rapuh." ucap Mulyo.

"Hahaha kece parah dah kamu, Mul." jawab Steve sambil tertawa.

"Sudah-sudah, hari semakin gelap nih, kita harus bergegas pulang, kalo ga nanti berabe" ucap Mulyo.

"HAYUUU MELUNCUR!" jawab Steve dengan semangat.

Latihan minggu ini memang sangat melelahkan karena minggu ini full latihan fisik yang menyebabkan badan penuh dengan koyo. Meskipun begitu, Steve dan Mulyo tetap semangat dalam menjalani latihan. Karena mereka saling menyemangati dan mengingatkan satu sama lain, yang menyebabkan api semangatnya tak pernah padam. Karena turnamen sepakbola masih agak jauh, masih sekitar 1 bulan lagi. Jadi, full satu minggu ini melatih fisik para pemain.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Nov 28, 2019 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Titik AkhirWhere stories live. Discover now