Pohon trembesi di sekolahku, banyak menyimpan kisah cinta dan menjadi saksi hidup dalam dilema cinta. Ya itulah yang Aurel rasakan saat itu. "Gadis manis yang dulunya diam terpaku akan hal percintaan, sekarang mulai terjun dalam dilema cinta yang ta...
Alarm berbunyi menunjukkan pukul 04.30 WIB. Mulai terdengar kicauan burung di luar jendela, membangunkanku dari ranjang, yang penuh dengan tumpukan selimut. Ya itu Aku, Aurel yang saat ini duduk di bangku kelas 11 yang sudah terbiasa dengan kebiasaan seperti itu Hmm... Aurel tersadar bahwa ia terbangun di awal Desember. "Secepat inikah waktu berjalan?" -gumam aurel dalam hati, sambil bergegas menuju toilet, sembari menyiapkan diri ke sekolah.. Tinn,,tinnnn,,tinnn...terdengar suara bel yang sangat nyaring dari depan rumah, seperti orang yang terkejut mendengar akan hal itu. "Hmmm,,sepertinya aku mengenal suara bel itu" -kata aurel dalam hati. Sambil membenarkan tali sepatunya, yang tersangkut di bawah kursi, dan tidak lama kemudian.. "Aurellll!!!!!! cepat datang kemari kak" -Panggil bude dengan suara nyaring. " iya dee sabar yah, 5 menit lagi aurel berangkat." -jawab aurel dengan tersenyum.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Mentari pagi pun ikut menghantar Aurel hingga tiba di gerbang sekolah. "pagi Mam..,pagi Mr.." "Hey pagi juga Aurel"....Sembari menuntun motor hingga parkiran, seketika pundakku disapa hangat oleh temanku yang sering dipanggil Sheren. Yaaa gadis manis berhati lembut itu, adalah teman baikku. Kita berteman dekat sejak duduk di bangku kelas 9 hingga sekarang memasuki jenjang sma.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Aku sangat menyukai hal-hal yang aku temui setiap hari. Terutama masa SMA yang penuh dengan kisah kasmaran, yang tak kunjung usai, yaaa itu adalah hal yang dialami oleh Aurel di bulan desember ini. "Hai Aurel, selamat pagi.." -Si penyapa pagi di tangga sekolah, siapa lagi kalau bukan kakak seniorku saat itu. "Hai kak..." jawabku sambil tersenyum.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.