KAMU?

48 6 0
                                        

"Jika ini hanya ketertarikan sesaat, mengapa aku harus terluka hebat?"
.
.
"Semudah itu kau pergi?". teriak maureen yang diiringi bersamaan dengan lelaki itu yang meninggalkan Maureen sendiri di bawah halte bus, bersama dengan rintikan hujan yang senada dengan tangisan Maureen kini hujan menjadi saksi tangis nya,hancur sudah.

Mimpi yang sama, Maureen menghela nafas panjang, mood nya hancur, kesekian kalinya Maureen mendapat mimpi yang sama,bersama orang yang sama ,entah dari mana lelaki itu berasal, Maureen sendiri pun tidak mengenal lelaki brengsek yang membuatnya sakit hati di kala hujan dalam mimpinya itu.

"Hari pertama sekolah kok lemes."sindir ibu Maureen

Maureen memutar bola matanya malas dan dengan cepat memakan sarapan yang ada di meja makan.

"Ma, aku berangkat yaa." pamit Maureen yang disambut oleh senyum geli ibu Maureen.

SMA JAYA INDAH, ya itu sekolah baru Maureen, sekolah yang cukup popular di kotanya dan sekolah yang dijuluki sekolah holkay, Maureen tersenyum geli mengingat julukan sekolahnya ini karena dirinya yang hanya gadis biasa
yang "nyasar" di sekolah ini , itu pikir Maureen.
Dengan langkah yang mantap, Maureen memasuki sekolah barunya, ya dia tidak perlu memikirkan apakah dia anak orang kaya atau bukan karna pesona Maureen sangat memikat. Siapa yang tidak terpikat? Hidung mancung, mata hitam kelam, body goals,sempurna! Itu lah Maureen.

Maureen memutar bola mata nya malas karna dihadapan nya kini muncul dua sosok kakak osis yang bukan kriteria Maureen.
"Salam kenal, namaku andyc osis disini."
kata andyc.
Dengan menarik tangan Maureen secara tiba-tiba. "Kalau aku jordan, salam kenal love, kalau perlu bantuan panggil aku ya." celetuk jordan.
"Hmm Buaya." Batin Maureen yang memutar bola matanya malas.

Maureen tipikal gadis yang cuek, tentu dua lelaki tadi tidak menarik bagi Maureen.
.
.

Pembagian kelompok, Maureen terlihat bingung harus memasuki kelompok mana, dug..tidak sengaja Maureen menabrak seorang lelaki seumuran nya.

Pertemuan mereka seakan takdir, takdir telah mempertemukan mereka dan memulai kisah mereka, kehangatan terpancar dari mata mereka rasa yang tak seharusnya ada, sangat bergejolak bagi keduanya, sangat hangat.

"Siapa orang ini? Mengapa dia sama persis dengan lelaki yang ada pada mimpiku, mengapa kamu nyata?". pikir Maureen.

"Cantik, persis seperti bidadari dalam bunga mimpiku, inikah kamu? Yang aku cari selama ini? ". Pikir Albert.

"Albert Antonio". Celetuk Albert memberikan tangannya pada Maureen.

"Maureen Lyanetta". Jawab Maureen membalas jabatan tangan Albert.

Itulah awal takdir mempermainkan cinta mereka.

"Melihatmu untuk pertama kali, membuatku yakin jika kaulah wanita yang harus aku bahagiakan". Pikir Albert.

Tidak hanya Maureen, Albert juga memimpikan orang yang sama, kisah yang berbeda.

Brakkk.. Pintu kelas Maureen terbuka, terkejut nya seisi kelas, munculah sesosok Albert yang tergesa gesa, dan langsung duduk di sebelah Maureen, dengan jantung berdetak ia memberi senyuman hangat kepada Maureen.

"Pagi reen!". Sapa Albert sambil mencubit pipi Maureen.

"Sakitt tong!". Celetuk Maureen sambil mencubit Albert.
.
.
Tanpa sengaja sang mentari  mempertemukan kedua mata mereka. Hangat, inikah kehangatan yang diharapkan oleh semua orang?, senyum Maureen yang dibalas dengan tatapan hangat mata coklat perak Albert ya cukup lama dan sangat nyaman.

Hoiiiiii.. Celetuk Adit mengagetkan Maureen dan Albert yang saling beradu mata.

Memutar bola matanya dengan malas Albert kesal dengan sahabat nya itu karena telah merusak mood nya pagi ini, duakk... Albert memukul punggung Adit dengan buku, sontak satu kelas tertawa karena menyaksikan Adit yang terjungkal jatuh dengan buku di atasnya.
.
.

Maureen masih memikirkan mengapa harus Albert yang ada di mimpinya kala itu sebagai si brengsek yang meninggalkan Maureen menyaksikan rintikan hujan sendiri, ia harus memecahkan teka teki takdir ini, ya sendiri.

MAUREEN LYANETTA

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

MAUREEN LYANETTA.

DestinyStories to obsess over. Discover now