Chapter 1

158 59 54
                                        

Prolog

Pada sebuah pertemuan yang tidak terencana. Aku melihat ada yang beda di mata mu. Yang kupikir, ada sesuatu dimana perasaan ku dibuat tidak menentu. Aku merasakan getaran hebat, seperti ingin mengenalmu lebih dalam. Tapi kupikir-pikir, ini seperti, cinta pandang pertama? Atau nyaman pada pertemuan pertama? Lalu aku bertanya pada diriku sendiri, apakah bisa orang sepertimu, jatuh cinta denganku?

Bel istirahat berbunyi, semua siswa ada yang keluar kelas untuk jajan, ada yang pergi ke masjid untuk solat dhuha dan ada yang tetap dikelas untuk mengerjakan tugas yang deadlinenya harus hari ini, dan masih banyak lagi. Aku sendiri memilih jajan ke kantin untuk mengisi perut agar tidak kosong dan supaya tidak terganggu ketika belajar di kelas. Sehabis aku dan teman teman ku jajan di kantin, lalu tiba tiba aku melihat ramai di depan kelas ku, lalu aku dan teman-teman ku langsung melihat. Dan ternyata ada sekelompok seperti band perwakilan dari sekolah yang latihan untuk musikalisasi puisi mewakili sekolah.

Temanku memanggil “NARAA!!”. Aku menoleh dan menjawab dari kejauhan “Ada apa rere? Kenapa teriak kayak gitu?” temanku menghampiriku “ini lho ada kakak-kakak dikelas kita yang lagi latihan buat musikalisasi puisi” lalu aku menjawabnya “yaampun gak usah histeris gitu juga kali” Rere menjawab sambil tertawa “Hahaha, kalau gak histeris bukan Rere namanya” Lalu kitapun masuk kelas bersama dan melihat pertunjukan tersebut. Kaka kelas itu latihan Karena kebetulan kelas aku sedang ada pelajaran guru kesenian namanya Pak Dodi. Lalu aku menonton latihan tersebut dan bener-bener kaya penampilan yang wah banget dan sudah matang untuk tampil di acara tersebut. Dan disela-sela aku menikmati latihan tersebut, mataku tertuju pada satu orang yang mungkin semua orang melihat akan tetapi mereka pasti tertuju pada penyanyinya atau hanya mendengarkannya tanpa melihatnya. Tapi ini aneh lama-lama tertuju pada orang itu dan lama-lama juga perasaan yang tidak di duga-duga muncul.

Hari-hari berlalu setelah acara latihan musikalisasi puisi kakak-kakak tersebut, akupun mulai mencari tahu tentang salah satu dari kakak-kakak tersebut yang waktu itu dia berambut sangat klimis, hitam manis, dan bertubuh tidak terlalu tinggi. Aku mencari cari informasi tentang dia kemana-mana tapi hasilnya nihil. Lalu ada suatu acara di sekolah yang menampilkan band dari kakak-kakak tersebut, dan sebelum acaranya dimulai pembawa acara memanggil band tersebut, dan akhirnya aku tau nama band kakak-kakak itu.

Setelah tau nama band tersebut aku mencari cara bagaimana caranya agar aku tau siapa kakak-kakak yang aku maksud, dan aku berfikir mana mungkin band seperti ini tidak punya ig? Apalagi ia butuh dokumentasi-dokumentasi untuk setiap acara, atau untuk mempromosikannya. Kemudian aku cari dan akhirnya KETEMU!!Setelah ig dari band kakak-kakak tersebut ketemu lalu aku langsung mencari akun kakak yang kumaksud.

Dan setelah mencari aku tidak langsung mendapatkan ig kakak-kakak tersebut, karena ig band tersebut memfollow tidak sedikit orang, dan akhirnya aku mengira-ngira “ah, apakah mungkin ini ignya? Tapi fotonya tidak menunjukan kalau itu dia” dan akhirnya aku mencoba untuk melihat dulu dan ternyata benar dia kakak-kakak yang selama ini aku cari. Dan dia bernama Biru. Sehabis itu aku langsung memfollow Kak Biru, dan karena dia tidak kenal aku siapa, akhirnya aku memutuskan untuk men-DM Kak Biru untuk meminta mengikuti akun aku juga “Kak, followback ya. Terimakasih” dan tidak lama kemudian Kak Biru membalas “done ya” wah senangnya walaupun hanya sekedar di followback tapi bagi orang orang yang sedang mempunyai perasaan itu sangat amat indah.

Aku sendiri bukan orang yang tipe suka mendam perasaan sendiri, atau masalah sendiri pasti semua aku selalu memberi tahu atau ceritakan ke teman cewe atau cowo, saudara, atau bahkan tante ku sendiri. Dan masalah aku punya perasaan sama Kak Biru ini aku memberitahu ke teman ku dan bercerita dari awal alasan suka kenapa. Temanku yang bernama Rayhan dia adalah orang pertama yang selalu tau apa yang terjadi sama aku setiap harinya dari mulai hal yang paling gapenting sampe penting sekalipun. Aku pun cerita tentang Kak Biru sama Rayhan “han, kamu tau gak?” Rayhan menjawab “ya gak taulah kan belum dikasih tau” lalu aku menjawab “oh iya bener jugasih” “jadi aku tuh gak ngerti lah initeh perasaan suka atau gimana gara-gara liat dia di kelas latihan buat musikalisasi puisinya dan entah kenapa jadi kayak ada perasaan yang gak bisa dijelaskan” Rayhan menjawab “ya mungkin itu suka kali, tapi hati-hati kalau suka jangan langsung gitu ra, kamu harus ngeliat diatuh baik atau engga” aku jawab “ada benernya juga sih” “tapi suka itukan reaksi ilmiah dan kita juga gabisa milih kita mau suka sama siapa atau deket sama siapa, itu kan takdir dan Allah yang mengatur semuanya, kaya kita aja padahal kita belum pernah ketemu tapi kita bisa sedeket ini sampe kamupun tau apa yang aku alamin hari ini, kemarin, bahkan dulu” dan Rayhan menjawab “iya jugasih, tapi jangan sampai kamu terlalu berlebihan suka dan berharap sama dia dan itu bakal nyakitin diri kamu sendiri ra”.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Nov 28, 2019 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

B I R UWhere stories live. Discover now