Awal ketika...

22 1 0
                                        

   Semua berawal ketika usia saya menginjak 8 tahun, tepatnya saya kelas 2 SD dan akan naik ke kelas 3 SD.
Pada saat itulah kebahagiaan seorang anak hancur, iya hancur saya merasa dunia saya terhenti pada saat itu
Ketika perceraian orang tua saya ada didepan mata, bahkan saya menyaksikan sendiri saat ayah saya berbicara kepada kakek saya bahwa rumah tangga yg dibangun selama ini tidak bisa dilanjutkan lagi, pada saat itu juga ayah menyerahkan ibu saya kepada kedua orang tuanya, dan ayah saya bilang kepada saya "kamu mau ikut ayah atau mama? Tapi kan kamu sekolah, kamu disini aja tinggal sama kakek dan nenek". Mulai hari itu saya tinggal bersama kakek dan nenek saya.
    Saya memiliki seorang adik laki-laki yg pada saat itu usianya 4 tahun, karna dia belum bersekolah akhirnya ayah putuskan untuk membawa adik saya ke semarang kampung halaman ayah, disana ia tinggal bersama adik perempuan ayah yg sudah berkeluarga.
Inti dari perceraian orang tua saya adalah berawal dari kesalahan mama saya, yang tidak bisa saya ceritakan.
Sudah terlalu banyak kesalahan yang beliau lakukan sehingga ayah sudah tidak sanggup lagi untuk hidup bersama.
    Sejak saat itu saya bingung, saya tidak tau bagaiman saya akan menjalani hidup seterusnya, saya sudah tidak memiliki orang tua dan keluarga yang lengkap seperti kehidupan yang normal. Tidak heran juga para tetangga dan teman", mereka membicarakan kejadian yang menimpa keluarga saya, sebagian besar dari mereka merasa kasihan kepada saya.
Ya sayapun merasa mengasihani diri sendiri, karna saya tau bahwa saya tidak akan lagi mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tua. Hari demi hari saya lewati tanpa orang tua dan adik saya, hanya ada nenek dan kakek saya yang selalu memberi semangat dan dorongan agar saya selalu fokus untuk sekolah saya, dan yang paling saya ingat sampai saat ini adalah perkataan kakek saya
"Gak boleh benci sama orang tuanya, kalau shalat doa'in ayah sama mama, dan jangan pernah cape buat do'a sama Allah, nabi aja ada yang 40tahun baru dikabulin doa'nya, makanya kamu harus selalu berdo'a sama Allah".
Saya percaya bahwa suatu saat doa' yang selalu saya panjatkan untuk kedua orang tua saya pasti akan Allah kabulkan.

I Still RememberDonde viven las historias. Descúbrelo ahora