Di Bawah Wisteria Ini, Aku Bersamamu

90 12 0
                                        

Saniwa, Mikazuki Munechika, duduk dibawah pohon wisteria. Dengan cinta terpendam di salah satu rongga dada dari mereka.

"Bisa duduk dan berbicara denganmu seperti ini, itu sudah cukup untuk menghapus rindu ini." - karena aku pun tahu, bahwa cinta ini tabu, karena sejatinya, dirimu dan diriku adalah berbeda.

Hanya 'di bawah Wisteria ini, aku Bersamamu', terlepas dari seorang Saniwa dan Touken Danshi. Hanya ada aku, dan dirimu.

••• Touken Ranbu FanFiction •••

.

.

.

Di Bawah Wisteria Ini, Aku Bersamamu

by

Kifuyu

Touken Ranbu © DMM

Genre: Slice of Life, Little bit romance

Mikazuki Munechika × Saniwa

Warning!!

Typo, miss typo, saya membuat FanFiction ini murni untuk kesenangan semata, tidak untuk mengambil keuntungan komersial.

Selamat Membaca~!

.

.

.

••• Touken Ranbu FanFiction •••

Koridor-koridor telah sepi. Lampu-lampu diredupkan. Para Touken Danshi telah lama pergi ke peraduan, menyelami alam mimpi yang datang menghampiri.

Suasana yang begitu ramai dan meriah kala siang, kini menjadi sepi disaat malam hari. Hanya ada suara hewan malam yang terdengar, saling bersautan membentuk sebuah melodi pemecah malam.

Begitu damai... namun tidak bagi sang Saniwa. Dia terbangun dari tidurnya. Banyak pikiran yang melintas di benaknya. Membuat hatinya gelisah tidak menentu.

Saniwa menelusuri lorong panjang nan sepi sendirian, langkahnya lambat. Diam-diam sambil menikmati hembusan angin malam yang sejuk-angin musik panas, meskipun malam hari, anginnya terasa sejuk dan menyegarkan-membuat hatinya yang tegang menjadi sedikit ringan.

Saniwa terus berjalan-jalan tak tentu arah. Mengikuti kemanapun langkah kaki membawanya. Ketika pandangannya menyapu keindahan taman Citadel, netra coklat terangnya menangkap sosok yang membuat hatinya gundah merana. Sosok yang memenuhi pikirannya dikala ia termenung. Sosok yang mampu mendobrak masuk pintu hatinya yang terkunci.

Sang bulan sabit, wujud dari keindahan langit malam, Mikazuki Munechika, sedang duduk di bawah pohon Wisteria dengan tangan memegang sebotol sake.

Hatinya berdebar. Jiwanya seakan dipenuhi euforia kesenangan. Namun sesaat kemudian, sekelumit rasa pahit menyeruak masuk membuat gelombang tajam, mengakibatkan sang Saniwa mengulas senyum getir secara tidak sadar.

"Ini memang seperti sumpah yang tak terucap, namun sejak dahulu, para Saniwa dilarang untuk jatuh cinta pada Touken Danshinya."

Kedua alis ramping itu mengernyit, "mengapa?"

Bersamamu | Mikazuki M. ✓Stories to obsess over. Discover now