Story

80 25 1
                                        

Di sebuah kamar yang cukup besar dihiasi dengan berbagai hiasan di dindingnya, terlihat seorang anak perempuan yang tertidur pulas di atas kasurnya. Namanya Keisha, ia anak tunggal yang hidup bersama dengan kedua orangtuanya yang merupakan pembisnis yang sukses.

Matahari pagi menyinari kamar Keisha, terdengar kicauan burung peliharaan papanya yang membuat ramai suasana pagi, kicauan itu membuat Keisha terbangun dari tidurnya.

"Keisha, bangun nak ini sudah pukul setengah tujuh! " ucap mama Keisha sambil menarik selimut dari tubuh Keisha.

Keisha segera bangun dari tidurnya, dan segera mempersiapkan diri untuk memulai harinya. Ia langsung menuju kamar mandi dan mengambil seragam barunya. Hari ini menjadi hari baru untuk Keisha, karena Keisha sudah naik ke kelas XI, dan yang lebih membuatnya senang ia sekolah di sekolah yang baru. Senang? Ya, ia senang untuk menambah teman di sekolah yang baru. Keisha pindah ke salah satu sekolah di Surabaya karena papanya yang ditugaskan bekerja di Surabaya.

Hentakan sepatu terdengar begitu kencang dari arah tangga.

"Ma, aku pergi dulu ya hari pertama sekolah harus cepet-cepet siapa tau dapet temen baru eh nyantol jadi gebetan kan mah pagi-pagi gini!" kata Keisha sambil tersenyum malu-malu.

"Eh kamu nih masih pagi udah mau bikin mama baper gini, sekolah dulu yang bener nih makanan kamu bawa hati-hati di jalan ya Keiii!" ucap mama Keisha sambil memberikan makanan pada Keisha.

***

Di perjalanan terlihat seorang anak perempuan cantik dan berseragam sama dengan Keisha. Terlihat, ia sedang kebingungan sambil menatapi ban sepedanya.

"Stop pak, berhenti sebentar ya di depan. pinta Keisha kepada Pak Budi." Pak Budi segera menghentikan mobil yang ia kendarai.

"Keisha turun sebentar ya pak, kayaknya dia perlu bantuan." ucap Keisha sambil membuka pintu mobilnya.

"Hai, kamu kelihatan bingung ada apa ni dengan sepedamu?" tanya Keisha pada anak perempuan itu.

"Eh, ini ban sepeda aku bocor kayaknya jadi aku bingung harus gimana ke sekolah." jawab anak perempuan itu.

Keshia segera menawarkan tumpangan pada anak perempuan tersebut, namun anak tersebut menolak kebingungan.

"Eh, ga usah aku bisa kok sambil dorong sepedanya lagian kita kan ga kenal deh walau satu sekolah aku ga pernah lihat kamu." jawab anak perempuan itu.

"Ya udah kenalin nama aku Keisha, aku anak baru hari ini aku memang baru mau masuk sekolah." ucap Keisha.

"Eh namaku Kaneshia. Jadi kamu murid pindahan ya, pantesan aku ga pernah liat kamu." jawabnya.

Kaneshia, seorang yang baik hatinya, lemah lembut, penyabar dan pintar. Ia tinggal dalam sebuah keluarga yang sangat sederhana berbeda dengan keluarga Keisha. Ia terbiasa hidup dengan keadaan yang jauh berbeda dengan keluarga Keisha, namun Kaneshia tetap merasakaan kebahagian dalam keluarganya, ia bersyukur memiliki ayah dan ibu yang memperhatikannya.

"Kalau ini ditinggal nanti aku naik apa pulangnya?" tanya Kaneshia yang terlihat ragu menatap sepedanya.

"Masalah sepeda gampang deh nanti ayo cepet nanti telat masuk sekolah?" Kaneshia dan Keisha akhirnya berangkat ke sekolah bersama.

"Kei, makasih untuk tumpangannya maaf merepotkan jadinya, untung ada kamu yang nolongin nanti istirahat kita ketemuan di taman situ ya!" ujar Kaneshia sambil menunjuk taman yang berada di sebrangnya.

"Okey, sama-sama ya udah aku ke ruang guru ya mau nanya kelas, dah Kaneshia!" jawab Keisha sembari melambaikan tangannya kepada Kania.

***

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Nov 25, 2019 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Find SomeoneWhere stories live. Discover now