Prolog

51 5 1
                                        

Hari itu, aku tidak pernah mengira bahwa hidupku akan berubah sepenuhnya. Dimulai dari penculikan misterius di siang hari itu, mimpi aneh yang kudapat hingga terasa sangat nyata (atau mungkin memang nyata), hingga kemampuan-kemampuan aneh yang tiba-tiba ada di dalam diriku. Perlahan, semuanya terlihat jelas. Siapakah aku? Dan kenapa aku berbeda dengan kalian? Kenapa sekelompok lelaki itu menculikku? Dan kenapa harus aku?

Saat identitasku terbuka, saat semuanya menjadi jelas, hidupku yang sebenarnya pun dimulai. Pertama, aku menganggap bahwa semua itu lelucon belaka. Kenapa manusia harus dilindungi oleh makhluk lain jika kami sudah berperang besar dua kali dan masih hidup-hidup saja? kurasa peradaban Bumi sudah maju dengan adanya bom nuklir dan senjata lainnya. Tapi aku salah, manusia mungkin adalah peradaban paling lemah yang kuketahui. Tapi mereka adalah yang terbaik yang kuketahui, percayalah, jika kau bertemu sekumpulan orang yang menguasai sihir tertentu, kau akan membutuhkan ekstra kesabaran dalam menghadapi mereka.

Oh, dan urusan cinta. Kurasa Bumi dan manusia lebih unggul, peraturan tentang mencintai seseorang tidak begitu rumit di sana. Jujur saja, aku bukanlah tipikal gadis yang suka membahas persoalan asmara. Aku lebih suka sendirian, lebih menyeangkan seperti itu. Tapi ketika aku mengatakan ini, aku tidak pernah menyangka bahwa aku akan jatuh cinta pada seseorang yang bahkan tidak pernah kupikirkan sebelumnya. Seorang pria dengan watak yang –luar biasa-, kemampuan yang –luar biasa-, dan rupa yang –sangat- luar biasa.

Dan jika kau inginmengetahui cerita hidupku yang sangat rumit ini. Kuharap kau menyimaknyabaik-baik. Jika tidak, yah ... itu bukan masalah.

ATHEOSWhere stories live. Discover now