"Meski kau pergi jauh dariku
Kau tak pernah pergi dari hidupku
Sebab kau adalah mimpiku
Sedangkan aku hidup karena beribu mimpi"
_Alisa_
Alisa bertemu dengan Dion sahabatnya yang sudah lama berpisah...
Bgaimana kisah mereka?
Langsung baca aja..
Play list sound(Aku Tak mau sendiri-BCL) Baca sambil dengar lagu ini lebih bagus...
Besok aku akan berangkat ke London untuk melanjutkan pendidikanku.Malam ini aku mengemas barang barang ku yang akan aku bawa termasuk benda yang ku simpan dari kecil yaitu sebuah boneka tedy coklat yang diberikan sahabatku sewaktu kecil.Sewaktu kecil dia selalu bermain dengan ku hingga mengusir rasa sepiku karena Ayahku terlalu sibuk bekerja hingga pulang malam dan Ibuku sudah tiada ketika dia melahirkanku ia mengalami komplikasi saat melahirkan hingga akhirnya meninggal.
Aku memiliki seorang teman yang selalu membuatku tertawa dengan tingkah lucunya dia adalah Dion andhito sahabat masa kecilku yang sangat membekas di ingatanku.
Namun, dia harus pergi meninggalkan kota ini bersama Ibunya karena kedua orangtua nya bepisah. Dia pergi dengan membawa sebagian senyumku, dia memberiku sebuah boneka itu. Dimana ketika melihat nya aku tersenyum dan dapat pula membuat ku sedih karena merindukan nya.
Jam 19.30 ayahku belum datang. Disini Sepi hanya terdengar dentingan jarum jam.Aku duduk di meja belajar ku dan meraih foto ibuku. Rasanya ada rindu yang sangat dalam,meski aku tak pernah melihat nya dalam hidupku.Tak terasa air mata mengalir di pipiku .Rindu hanya bisa kuredakan dengan mendoakanmu meski datang kembali kapanpun dan dimanapun.
"Alisa.. "panggil seseorang entah siapa itu.Akupun berbalik dan melihat cowok beralis tebal yang memanggilku.
"Kamu siapa? "Tanyaku kebingungan.
Dia tersenyum padaku
Kringg... (Bunyi jam alarm ku) Aku terbangun dari tidurku ternyata itu hanya mimpi tapi,Rasanya itu nyata.
...
Seorang pria paru baya masuk ke kamarku dengan pakaian yang rapi,Dia ayahku yang kelihatannya sudah siap mengantar ku ke bandara. "yah, mau antar aku ke bandara ya? Kok pagi banget? "Tanyaku dengan sedikit senyuman di wajahku. "Ngggak sa ayah mau ke luar kota dulu ada urusan mendadak,maafin ayah sa nggak bisa anterin kamu.Nanti kalau ayah sudah pulang ayah akan samperin kamu ke London".Jawab pak aris ayah Alisa. "Yaudah kalau itu lebih penting dari Alisa".
Raut wajahku yang tadinya tersirat senyum sirna. Ternyata Pekerjaan itu lebih penting dari aku .Aku tak pernah menunjukkan marah ketika Ayahku lebih mementingkan pekerjaannya meski batinku terasa perih karena aku seorang manusia tak hanya butuh materi tapi, juga butuh perhatian. Namun kali ini kesedihan ku tumpah di hadapan Ayah.
"Ayah bekerja untuk masa depanmu "ucap ayah Alisa. "Ayah selalu mikirin masa depanku, kapan Ayah mikirin perasaanku yang hidup dalam kesunyian. Orang yang mampu membuat ku tersenyum pergi dan sekarang cuman Ayah tapi, apakah ayah akan pergi juga? "Ucap Alisa tanpa ia sadari air mata mengalir di pipinya. Aris menghapus air mata anaknya dan memeluknya"Maafin Ayah Sa yang lupa bagaimana perasaan mu, Ayah terlalu terobsesi dengan Karier "ucap ayah Alisa sambil memegang bahu anaknya"Alisa bukannya nggak suka Ayah bekerja tapi, Alisa nggak suka jika pekerjaan lebih penting dari Alisa,apakah ayah lebih bangga terhadap pekerjaan dan jabatan Ayah dari pada Alisa ?".
"Ayah bangga punya kamu nak, kamu tumbuh jadi anak yang baik, cerdas meski Ayah tak pernah memberimu perhatian ,kamu tumbuh menjadi anak yang kuat menanggung kesedihan mu sendiri".
Aku merasa legah ketika menangis di pelukan ayah dan mengatakan semuanya yang sempat tertahan di hatiku.
"Jika aku tersenyum hari ini Maka itu karena syukur dan dirimu" _Alisa_
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Ini adalah rumah Alisa cukup besar ya..
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Dan ini kamar Alisa yg Sederhana karena Alisa memng suka yg sederhana..
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.