05.50 am
Tok.. tok.. tok..
"Cila.. ini hari pertama kamu masuk sekolah,kalo ga bangun sekarang ntar telat loh" jevan membangunkan cila dengan sangat lembut
"Cila..?"
Hening...
"Cila bangun dong"
Tok.. tok.. tok..
YaAllah gini amat hidup.
Adiknya ini sedang tidur atau sedang latihan mati sih?
Jevan memang selalu bangun lebih awal dari kedua saudaranya dan sering membangunkan Seira-yang memang susah sekali bangun pagi. Tapi persentase keberhasilannya tidak lebih dari 20% saja. Jika tidak dengan bantuan Jevon dan 1000 cara jitunya untuk membangunkan adik cantik mereka, maka dapat dipastikan Seira akan telat ke sekolah setiap hari. "Satu tahun belakangan,siapa ya yang bangunin Seira?" Tanya nya dalam hati.
Jevan melangkah menuju pintu paling kiri dengan stiker stiker band yang entah apa namanya Jevan tak minat untuk tau, dia bukan maniak musik macam Jevon dan Papa. Satu satunya kesamaan Jevan dengan Papa hanyalah, mereka sama sama suka seni Bela Diri tidak seperti Jevon yang suka musik atau Seira yang lebih mirip Mama dengan keahlian menggambarnya.
"Bah ga dikunci, tumben amat" Jevan nyelonong masuk gitu aja
"Woy kampret bangun lo. Laksanakan tugas lo" Jevan menendang bokong berlapis boxer abu-abu itu
Merasakan tendangan di pantatnya, Jevon mulai bangun
"Dih, kok lo bisa masuk nyet?"
"Ga dikunci, awalnya gue juga heran terus keinget, dirumah ini lo mana pernah ngunci pintu"
"Hem iya juga. Padahal pas dirumah Oma udah gue biasain ngunci pintu"
Hening sejenak~~
"Tapi lo tumben banget bangunin gue. Kesambet setan apaan lo? Biasanya lo mana pernah mau bangunin gue. Gue telat aja lo komporin guru buat ngasih hukuman tambahan ke gua. Emang sodara laknat lo, ketos ga guna tukang pencitraan najis dih"
Jevan ternganga
"Gila, baru bangun tidur aja bacot lo udah selancar itu. Bau upil naga jigong lo anjing"
"Dan apa tadi lo bilang? Gue ga pernah bangunin lo? Dih baru setahun setengah ga gue bangunin udah songong aja lo"
Ya sebenarnya Jevan juga ogah banget ngebangunin Jevon. Tapi karena keadaan selalu memaksa ya terpaksa deh
"Dahlah kebanyakan cincong lo, bangunin Seira sono cepetan"
"Ha?"
Jevan memandangnya tanpa minat. Emang ga guna.
"Eh.. oh iya, inikan hari pertama Seira masuk sekolah.
Tanpa babibu lagi mereka langsung meluncur ke depan pintu kamar Seira.
"Ekhem ekhem. Tes sound cek sound"
"Ngapain lo?"
"CILA BANGUN!! KEBAKARAN! ADA KEBAKARAN CILA. UHUK UHUK ASAPNYA TEBEL BANGET! BUKA PINTUNYA CILA!!"
Jevan kembali ternganga. Bukannya dia tak terbiasa atau apa, hanya saja ini baru hari keempat mereka kembali kerumah ini dan sudah membuat keributan dipagi hari dalam rangka membangunkan adik mereka dihari pertama sekolah. Astaga
Brakk..
Pintu terbuka dengan dramatisnya, menampilkan wajah Seira dengan rambut terkibas karena membuka pintu dengan begitu kuat
"Dimana kebakarannya abang?"
"kok ga ada asap?"
"ga ada kebakaran"
"ga ada asap"
Kata Jevan dan Jevon bersamaan
"ih abang,serius"
"ga ada kebakaran" ulang Jevan "yang ada bu Isma bawa obor didepan gerbang buat bakar kamu kalo kamu telat"
"halah mana ada,kalo ada abang Jevon udah kebakar dari hari pertama masuk sekolah"
Brakkk...
Pintu dibanting dengan sama kerasnya seperti saat pintu dibuka meninggalkan Jevan yang lagi lagi dibuat ternganga tak menyangka adiknya akan membanting pintu didepannya dan Jevon yang meringis akan ke tololan saudara kembarnya
"ini salah lo"
"kok gua anjir?" Jevan tak terima disalahkan tiba tiba begitu tentunya
"gua tau lu goblok van,tapi ga gini gini juga kali. Mana ada yang percaya ada guru bawa obor disekolah. Lo kira ini acara camp anak coconut apa? kenapa dah lo bisa jadi ketua osis,heran gue"
"karena gua sangat kompeten tentunya,ga kaya band abal abal lo" kata jevan sambil berjalan ke kamar mandi dan membanting pintu kamar mandi
"kampret"
Yang dibilang Jevan band abal abal adalah band yang memenangkan kompetisi tingkat nasional dan beberapa kejuaraan lainnya. Hanya dalam waktu satu setengah tahun band sekolah mereka yang tadinya biasa aja dan ga terkenal terkenal amat jadi terkenal banget sejak Jevon bergabung dan lalu dipilih jadi keua ekskul sejak naik kelas 11.
"CILA CEPETAN MANDI!!!!!!!!"
"IH ABANG,JANGAN TERIAK TERIAK DONG!"
"KAMU JUGA TERIAK CILA SADAR DONG!"
Jevon bergegas turun dan mandi di kamar mandi bawah
Orang tua mereka sudah berangkat kerja sejak 30 menit yang lalu. Workaholic. Tapi mama biasanya udah pulang dari jam 4 sore dan papa pulang menjelang makan malam
Ah fyi,3 tahun yang lalu keluaga mereka sempat pindah ke Jakarta untuk mengurusi perusahaan di Jakarta yang hampir collaps. Orang tua mereka menolak menitipkan anak anaknya dirumah Oma karena takutnya Oma kewalahan dengan sifat hyperactive ketiga anaknya.
Tapi ketika Jevan dan Jevon lulus SMP mereka ingin lanjut SMA di Bandung saja dan tinggal bersama Oma. Karena merasa Jevan dan Jevon sudah merasa cukup besar dan tidak akan merepotkan oma,maka Mama setuju. Perusahaan baru benar benar stabil tahun ini dan Seira serta orang tuanya bisa kembali ke Bandung. Seira sudah terlanjur masuk SMA di Jakarta jadi mama dan papa mereka menunda pindah sampai semester kedua.
.
.
.
.
.
Tbc
23/11/19
Kependekan ya?
Makanya vote dulu biar dipanjangin muehehe.
YOU ARE READING
TSUNDERE RULE
Teen FictionSeira sama sekali tak mengharapkan apapun saat pulang ke Bandung. Sesuatu yang tak disangka sangka, melibatkan dua kakak beradik Tsundere yang menciptakan cara pandang baru bagi Seira Bagi Seira yang selalu dipenuhi kasih sayang tulus secara terang...
