Saat langit menangis membasahi barisan pasir
Kuning kecokelatan warna lampu dalam sepiku
Bisik suara semu dalam padang rerumputan
Melambai-lambai manjanya kasih sayang
Saat detik jarum jam berlari manis melupakan pahitnya dunia
Bisikan detik berlarian terengah-engah
Kotor, kumal berbalut debu lama
Aku tertunduk diam
Sesaat ku coba menjerit.
Alunan suara indah berdesis tanpa suara
Kenangan indah sudah melambai di udara
Jauh, jauh dan menjauh menyisakan sebuah harapan
Namun, bukan harapan semu semata.
Terima kasih ku ucapkan, padamu kawan.
Dengan tekad kuat bersama doa
Abadi bersama untuk Sang Maha Cinta.
Yogyakarta, 2019.
