▫Modern Version of WangXian▫
Original Character from Mo Xiang Tong Xiu's Novel : Mo Dao Zu Shi ( 魔道祖师 )
Malam itu mereka bertengkar sangat hebat, Lan Wangji tidak bisa menahan amarahnya dan menumpahkan segala kekesalannya pada sang kekasih, Wei Wuxi...
Hallo!!! Kembali lagi dengan keledai kesayangannya Master wei Dx
Oh ya, mengingat ini adalah AU!Vers dari Mo dao zu shi mungkin saya akan menambah beberapa karakter OC kedepannya. Biar apa? Biar dramatis lah -_-
Ok happy reading.
. . . .
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Beijing, 07.10 a.m
Bus pagi hari menuju Kampus bertolak pada pukul delapan. Dan Wei Wuxian masih belum ingin beranjak dari tempat tidurnya yang terlalu nyaman. Minggu-minggu ini sudah memasuki awal musim dingin, udara di pagi hari akan terasa lebih dingin hingga membuat siapa saja ingin bermalas-malasan.
Wei Wuxian baru saja pindah ke sebuah apartemen kecil yang terletak tidak jauh dari Kampusnya, hanya berjarak 15 menit bila ditempuh dengan kendaraan umum. Ia memutuskan untuk meninggalkan Rumah keluarga Jiang yang telah mengadopsinya, selain itu- baik dirinya dan juga Jiang Cheng berkuliah di tempat yang berbeda. Jiang Cheng mengambil salah satu universitas yang terletak di Nanjing sementara Wei Wuxian tetap berada di Beijing, tentu akan sangat membosankan jika tidak ada Jiang Cheng di rumah.
"Wei-" Lan Wangji menghela nafasnya, Ia selalu datang disaat Kekasihnya belum bangun.
Mereka tinggal di Gedung Apartemen yang sama, bersebelahan. Namun mereka berkuliah di tempat yang berbeda. Lan Wangji dan Wei Wuxian sudah saling mengenal satu sama lain sejak masih kecil. Keduanya tumbuh di lingkungan yang sama, Rumah keluarga Lan dan keluarga Jiang bersebelahan. Lan Wangji sering menyebut asal usul pertemuan mereka adalah Takdir. Takdirlah yang membawa Wei Wuxian kepadanya.
🔸🔸🔸
"Kau harus bangun lebih pagi besok."
Tidak ada jawaban dari Wei Wuxian, ia sibuk menyusun beberapa lembar presentasinya untuk hari ini. Lan Wangji meraih handuk yang teregeletak di lantai untuk mengeringkan rambut Wei Wuxian yang masih basah. Pasti dia terburu-buru lagi saat mandi, salah sendiri.
"Aku tidak bisa mengantarmu besok. Bangunlah lebih pagi." Kata Lan Wangji mengulangi.
"Iya~ aku bisa bangun pagi. Jangan khawatir."
Lan Wangji membalasnya dengan senyuman. Sebenarnya meski sering bangun siang, Wei Wuxian tidak pernah terlambat untuk masuk kuliah. Hanya saja, sekarang mereka terpisah, Lan Wangji jadi sedikit lebih sensitif, ia harus memastikan jika tidak ada orang lain yang datang menjemput Wei Wuxian. Menurut kabar yang ia dengar dari beberapa teman, Wei Wuxian sangat populer dikampusnya. Ia juga sangat pintar di jurusannya sehingga banyak orang yang akan mengenalnya. Wangji tidak mengerti apakah harus senang atau justru sebaliknya.
Sejak Taman Kanak-Kanak, mereka sudah bersama. Awalnya Lan Wangji adalah anak yang pemalu dan cenderung menutup diri, ia tidak suka bermain dengan anak seumurannya. Berbeda dengan sang Kakak yang disukai oleh banyak orang sejak kecil. Semua bermula sejak Ibunya pergi entah kemana- Lan Wangji seperti kehilangan jati dirinya. Ia takut jika teman-teman lain bertanya tentang Ibunya.
Saat sekolah ia dan kakaknya, Lan Xichen harus diantar oleh paman. Iri rasanya jika melihat anak lain diantar jemput oleh Ayah Ibu mereka.
Tapi pada suatu hari, Keluarga Jiang kedatangan anggota keluarga baru. Namanya Wei Wuxian. Awalnya, Lan Wangji sangat membencinya. Dia merasa jika Wei Wuxian mengganggu dan berisik. Ia juga menilai jika Pemuda yang telah menjadi kekasihnya saat ini adalah anak yang tidak mengerti perasaan orang lain.
Hingga pada suatu hari, Lan Xichen bercerita tentang anak itu. Wei Wuxian sama seperti mereka, tidak mempunyai ayah dan ibu. Perlahan, Wangji mulai mengerti dan mau berteman dengan Wei Wuxian. Ia rela tidak bersekolah di tempat yang bagus asalkan bisa satu sekolah dengan Wei Wuxian.
🔸🔸🔸
Di Halte..
Pukul delapan lebih, mereka melewatkan bus paling pagi. Beruntung keduanya tidak ada jam kuliah di pagi hari, tapi sayang karena mereka harus melewatkan menu sarapan gratis yang disediakan oleh sebuah cafe yang terletak di persimpangan menuju universitas mereka. Sudah sejak lama Wei Wuxian menginginkannya, sialnya mereka selalu datang terlambat.
"Lan Zhan-" Wei wuxian melepas headset yang ia pakai. "Saluran ini memutar lagu kesukaanku- dengar ini." Ucapnya, kemudian menekan tombol volume pada ponselnya.
Lagu What i miss milik Stefanie Sun. Wei Wuxian bersenandung, mengikuti irama lagu tersebut. Lagu itu merupakan lagu favoritnya sejak duduk di bangku SMA.
"Lan Zhan, ayo nyanyikan ini untukku." "Tidak." Bibirnya mengerucut mendengar penolakan secara sepihak dari Lan Wangji.
"Ayo. Kita bisa terlambat." Lan Wangji segera meraih pergelangan tangan Wei Wuxian ketika Bus berhenti tepat di depan mereka. Tampaknya mereka harus berdiri mengingat hari masih pagi, Bus penuh oleh para pekerja dan mahasiswa. Wei Wuxian membiarkan perangkatnya tetap berada pada saluran tersebut, memutar lagu favoritnya hingga usai.