''Saatnya istirahat'' semua murid berhamburan keluar setelah mendengar pengeras suara dari komputer tersebut berbunyi.Namun tercekuali Nunu 'nama panggilannya' gadis berbadan cukup gemuk dengan kepintarannya.Ia masih duduk di kursi membereskan buku2nya.
"Lama banget kamu Nu, ayo cepet aku udah laper" kata gadis berbadan kurus.
Gadis yang dipangil Nur itu masih membereskan buku2nya sambil membuang nafasnya berat "huh".
"Sebentar lagi ya, oke Nisa yang cantik?" Ucap Nunu
Mereka pun ke kantin bersama setelah Nunu membereskan buku2nya. Nisa yang sedari tadi bersamanya sekarang sedang memeluk dan berbincang2 dengan saudaranya di depan kantin. Nunu yang hanya melihat hal itu memutar bola matanya jengah. Tiba2 matanya tertuju pada seorang laki2 dengan mata birunya dan kacamata yang selalu ia pakai kemana2.
Laki2 tersebut berjalan sambil membaca buku dan tanpa melihat arah. Seperti sudah hafal jalan tersebut tanpa melihatnya. Ia dengan mudahnya menghindar jika ada orang didepannya.
"Nis, aku mau ke kelas loh. Kamu kalau mau tetep disini aku tinggal ya?" Ucap Nunu dengan membalikkan badan ke arah 2 wanita yang masih asyik mengobrol
"Ya elah Nur sombong banget ya kamu mentang2 punya pacar bule, ya kan Nis?"
yang menjawab malah seorang gadis di sebelah Nisa.
"Iya bener" balas Nisa menjawab pertanyaan saudara disampingnya itu.
Nunu yang dikatakan sombong itu hanya diam sambil menarik temannya Nisa kembali ke kelas. "Eh eh dek Vikha nanti jangan lupa ke rumahku loh" ucap Nisa sebelum terseret terlalu jauh dari saudaranya Vikha tersebut.
Mereka sampai didepan kelas, yang ternyata masih ramai dengan murid2 yang berlalu lalang. Ada pula yang berpacaran didepan kelas mereka. Mereka yang melihat hal itu sudah merasa biasa dan langsung masuk ke kelas mereka VIII-C.
Setelah mereka memasuki kelas terlihat beberapa orang siswa. Dan yang menarik perhatian adalah si bule yang duduk di pojok depan kelas. Nunu langsung menghampiri laki2 tersebut lebih tepatnya bangkunya karena mereka duduk bersebelahan.
"Kau tadi darimana Hans?" pertanyaan itu terlontar begitu saja dari Nunu saat ia akan menempatkan diri di kursinya.
"Aku hanya ingin berkeliling tadi dan pinjam buku di perpustakaan" jawab Hans yang duduk disebelah Nunu sambil memperlihatkan buku yang baru saja ia pinjam.
"Hmm begitu ya? bukankah di rumahmu ada perpustkaan my dear? kenapa kau meminjam buku?" tanya Nunu sambil menatap mata biru itu lekat2.
"Sttt diam, nanti ada yang tahu my dear" ucap Hans sambil menaruh jari telunjuknya di bibir Nunu.
Nunu refleks mengangguk dan menurunkan jari tangan kanan Hans dari bibirnya.
"Kau membuatku kaget dengan menaruh jarimu ke bibirku, you know?"ucap Nunu sambil merebut buku yang berada di tangan kiri Hans. "Aku ingin melihat buku apa yang membuat kau berani berkeliling dan pergi tanpaku" lanjut Nunu lalu membaca buku Hans.
Hans yang mendengar dan melihat hal itu hanya diam dan tersenyum tipis.
Nunu yang mulai larut dalam bacaan buku Hans tidak menyadari bahwa bel telah berbunyi dan guru telah masuk. Nunu mengerutkan keningnya saat membaca salah satu bagian dari tulisan buku tersebut. Nunu yang mulai menyadari bahwa guru telah tiba langsung menutup buku tersebut dan menaruh di laci mejanya.
3 jam pelajaran selesai dan guru itu pun mengucapkan salam dan pergi. Sebelum pergi ia berpesan pada Nunu "Jangan lupa ajarin temen2mu Nur". Nunu pun hanya mengangguk sambil berkata "iya bu". Nunu bersalaman pada gurunya tersebut dan membereskan buku2nya kembali.
Semua murid keluar kelas kecuali Nunu dan Hans yang sudah biasa berada di dalam kelas. Karena mereka hanya berdua dan Nunu yang terlalu larut membaca buku membuat Hans merasa canggung.
Hans pun memulai obrolan yang membuat kefokusan Nunu buyar dan menaruh kembali buku Hans di laci mejanya.
" My dear, you know? angkasa dan waktu sangatlah panjang dan luas" Hans berkata dengan wajah seperti berfikir.
Nunu yang mulai suka dengan topik yang dibicarakan Hans pun menjawab, "Ya begitulah angkasa dan waktu sangatlah panjang dan luas. Jika kita bisa berada di angkasa sana dengan waktu yang sama itu cukup mustahil tapi entahlah manusia saja belum mengetahui 100% bumi ini. Tapi sudah berfikir ke angkasa haha lucu"
Hans pun mengerutkan keningnya mendengar hal itu. "Aku tahu tapi bukan itu yang aku maksud my dear Nunu, aku ingin mengatakan maukah kau ikut aku ke AS aku akan memberikanmu kejutan tentang angkasa dan waktu" ucap Hans dengan menatap mata hitam milik Nunu.
Nunu yang ditatap tersebut pun mengalihkan pandangannya kearah lain dan berkata dengan suara yang cukup pelan agar hanya mereka yang mendengarnya "Ehem, aku tau kau memang orang AS Hans tapi kau tau sendiri kan Hans, ibuku tidak bisa hidup sendiri dan butuh diriku".
"Oke oke my dear, i understand about you" balas Hans dengan tangan kirinya berada di kening dan tangan kanannya mendorong2 seperti menandakan stop.
"Aku harus bagaimana membawa gadisku ini, dia benar2 susah untuk dibujuk argh" batin Hans sambil memukul meja dan keluar ruangan.
Nunu yang melihat hal itu hanya menatap kepergian Hans dengan sendu. "Aku mengerti kau ingin membawaku pergi dari orang2 dan selalu bersamamu. Tapi maaafkan aku, aku benar2 tidak bisa untuk pergi bersamamu. Karena ada seseorang disini yang membuatku tetap bertahan walaupun keinginanku adalah tinggal dan hidup bersama kau di luar negeri" batin Nunu sambil melamun.
"Ah aduh!, Nu. Aku tadi liat Hans pergi lewat lapangan besar" suara yang membuat Nunu sadar dari lamunannya suara Nisa yang seperti terburu2.
Nunu yang mendengar hal itu langsung berlari keluar dan berteriak pada temannya Nisa tersebut "Tolong izinkan aku, kalau aku mau ke puskesmas ya Nis".
Nunu berlari keluar sekolah lewat gerbang dan terus berlari hingga ia melihat sebuah mobil merk BMW berwarna hitam berjalan keluar dari jalan samping masjid.
"No no no, Hans" Teriak Nunu sambil mengejar mobil tersebut. Mobil tersebut refleks berhenti.
"Hans bukain, please i'm sorry" mohon Nunu sambil mengetuk2 pintu mobil Hans. Hans yang berada di kursi kemudi membuka jendelanya dan menyuruh Nunu masuk ke mobil dengan wajah datarnya. "Masuk" hanya kata2 itu yang keluar dari mulut pria berambut pirang dengan mata biru safir tersebut.
Nunu refleks langsung berlari ke pintu mobil sebelah kursi kemudi dan membukanya. 'Duk' suara pintu mobil ditutup dan dengan bersamaan mobil tersebut melaju.
YOU ARE READING
My Heart
RomanceHans seorang anak keturunan Amerika Serikat tidak sengaja bertemu seorang gadis yang memikat hatinya saat ia berada di Indonesia. Gadis yang berbeda dari yang lainnya. Gadis itu menatap dirinya seolah Hans adalah harapannya. Itu yang Hans pikirkan...
